Malang – Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diwujudkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Salah satu bentuk nyata dari pengabdian tersebut tampak dalam kegiatan penguatan pendidikan Islam di TPQ Ta’aroful Muslimin, yang berlokasi di kawasan permukiman padat penduduk di Kota Malang.
Selama satu pekan, mahasiswa KKM dari berbagai jurusan bersinergi dalam program mengajar mengaji yang difokuskan pada peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an serta pembinaan akhlak bagi santri usia dini hingga remaja. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial dan semangat dakwah Islam yang humanis.
TPQ Ta’aroful Muslimin merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berperan aktif dalam membentuk generasi Qur’ani di tingkat lingkungan. Namun, dalam pelaksanaannya, TPQ ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga pengajar hingga kurangnya variasi metode pembelajaran.
Melihat kondisi tersebut, tim KKM UIN Maliki Malang hadir membawa misi penguatan program pendidikan Islam berbasis pendekatan partisipatif. Mahasiswa tidak hanya mengajar, tetapi juga melakukan observasi, dialog dengan pengurus TPQ, serta merancang metode pembelajaran yang lebih menarik bagi anak-anak.
Rangkaian Kegiatan dan Metode
Program dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut, dengan pembagian waktu belajar antara sore dan malam hari. Materi yang diajarkan mencakup:
- Tajwid dasar dan praktik tilawah
- Doa-doa harian dan hafalan surat pendek
- Kisah-kisah Nabi dan nilai-nilai akhlak Islami
- Permainan edukatif bernuansa Islami
Metode yang digunakan bervariasi, mulai dari pendekatan visual, audio, hingga simulasi interaktif. Mahasiswa juga menyisipkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun dalam setiap sesi pembelajaran.
Respon positif datang dari para santri dan wali murid. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan, bahkan ada yang datang lebih awal dari waktu belajar. Pengurus TPQ juga menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan mahasiswa KKM yang membawa angin segar dalam pola pembelajaran di TPQ.
Menurut Ustadzah Nurul, salah satu pengajar tetap di TPQ Ta’aroful Muslimin, “Kegiatan dari adik-adik mahasiswa sangat membantu kami. Anak-anak jadi lebih semangat belajar. Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan.”
Bagi para mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana mengasah empati, komunikasi, serta kemampuan manajerial. Mereka belajar bahwa pendidikan Islam tidak hanya soal mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk hubungan yang hangat dan menyenangkan antara guru dan murid.
“Bertemu anak-anak TPQ membuat kami sadar bahwa pendidikan Islam harus dimulai dari hal-hal kecil, dari lingkungan terdekat. Di sinilah pengabdian itu terasa nyata,” ungkap salah satu anggota tim KKM.
Kegiatan KKM di TPQ Ta’aroful Muslimin ini menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan di kampus, tetapi juga pelayan umat yang siap hadir di tengah masyarakat. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya besar dalam membumikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin melalui pendidikan yang menyentuh hati dan membentuk akhlak mulia.