3 months ago

Penutupan Kegiatan KKM di Desa Ngadas sebagai Wujud Akhir Pengabdian Mahasiswa

Header Image
RAHMATIL ULYA EKAPUTRI

230401110036 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.94

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, resmi ditutup pada hari Rabu, 04 Februari 2026 melalui sebuah acara yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Penutupan ini menjadi momen refleksi atas seluruh proses pengabdian yang telah dijalani, sekaligus penanda berakhirnya kebersamaan antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Ngadas.



Acara penutupan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa peserta KKM. Suasana hangat terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan kedekatan yang telah terjalin selama masa pengabdian. Penutupan KKM bukan sekadar seremoni akhir, melainkan ruang untuk saling mengapresiasi dan mengenang perjalanan bersama.



Rangkaian acara diawali dengan beberapa sambutan dari ketua kelompok 94, ketua LP2M dan sambutan dari kepala Desa Ngadas. Rangkaian selanjtunya adalah penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa KKM kepada Pemerintah Desa Ngadas. Penyerahan ini menjadi simbol rasa terima kasih atas penerimaan, bimbingan, dan dukungan masyarakat selama kegiatan KKM berlangsung. Kenang-kenangan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat akan kolaborasi dan kebersamaan yang telah terjalin.



Selanjutnya, mahasiswa KKM menyampaikan hasil program kerja yang telah dilaksanakan selama berada di Desa Ngadas. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah batik khas Ngadas, yang dirancang sebagai bentuk penguatan identitas budaya lokal sekaligus potensi ekonomi kreatif desa. Melalui batik ini, mahasiswa berupaya mengangkat nilai-nilai budaya Ngadas ke dalam karya yang memiliki nilai estetika dan ekonomi.



Program kerja berikutnya adalah kamus bahasa Tengger, yang disusun sebagai upaya pelestarian bahasa lokal. Kamus ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi muda serta referensi bagi masyarakat luas yang ingin mengenal bahasa dan budaya Tengger. Program ini menjadi wujud perhatian terhadap pentingnya menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.



Selain program berbasis budaya dan bahasa, mahasiswa KKM juga memperkenalkan rocket stove sebagai alat pembakaran sampah minim asap. Alat ini dirancang untuk membantu masyarakat Desa Ngadas dalam mengelola sampah secara lebih ramah lingkungan. Dengan sistem pembakaran yang lebih sempurna, rocket stove mampu mengurangi asap yang dihasilkan sehingga tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan sekitar. Program ini menjadi bentuk penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa.



Puncak acara penutupan KKM di Desa Ngadas ditandai dengan penayangan after movie yang merangkum seluruh perjalanan kegiatan KKM. Tayangan ini menghadirkan potongan momen kebersamaan, aktivitas pengabdian, hingga interaksi sederhana antara mahasiswa dan warga desa. Suasana haru dan tawa menyatu, menggambarkan eratnya hubungan yang terbangun selama kegiatan berlangsung.



Melalui acara penutupan ini, mahasiswa KKM tidak hanya meninggalkan hasil program kerja, tetapi juga kenangan dan pengalaman berharga. Sebaliknya, Desa Ngadas memberikan pelajaran tentang kebersamaan, kearifan lokal, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.



Penutupan KKM bukanlah akhir dari hubungan yang terjalin, melainkan awal dari cerita yang akan terus dikenang. Desa Ngadas akan selalu menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa, sementara jejak pengabdian yang ditinggalkan diharapkan dapat memberi manfaat dan keberlanjutan bagi masyarakat desa.