3 months ago

Peran Ibu dan Kader PKK dalam Mencegah Stunting Sejak Usia Dini

Header Image
A. HABIL MAULANA

230301110077 • KKM Mandiri • G.190

Nglebeng — Kelompok KKM Mandiri 190 Dharmabaksya menyelenggarakan seminar bertema Penguatan Peran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak pada 23 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Nglebeng, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu kader PKK sebagai audiens utama, dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang pola asuh, gizi, dan tumbuh kembang anak usia dini.



Seminar ini menyoroti pentingnya pola makan anak yang terbentuk sejak usia dini, khususnya pada usia prasekolah. Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa kebiasaan makan anak mulai terbentuk sejak usia 1–2 tahun dan sangat dipengaruhi oleh peran orang tua sebagai role model. Pada usia 4–5 tahun, anak sering mengalami fase picky eating, sehingga pendampingan orang tua dalam mengenalkan gizi seimbang menjadi krusial untuk mencegah masalah gizi jangka panjang, termasuk stunting.



Salah satu Tim Penggerak PKK Desa Nglebeng, Waluyo Sri Wigati, menyampaikan bahwa materi parenting sebenarnya sudah cukup familiar bagi para kader PKK. Namun, ia menegaskan bahwa materi tentang stunting masih relatif jarang dibahas secara mendalam dalam forum kader. Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya pemahaman kader, tetapi juga bagaimana materi tersebut dapat disebarluaskan kepada ibu-ibu lain di lingkungan desa agar manfaatnya lebih luas.




“PR kami adalah bagaimana ibu-ibu kader yang sudah mendapatkan materi ini bisa menyampaikannya kembali kepada ibu-ibu lainnya, supaya ilmunya tidak berhenti di kader saja,” ujar Waluyo Sri Wigati.




Materi seminar disampaikan oleh Eni Kuswati, Amd.Kep, yang menekankan hubungan erat antara pola asuh, kebiasaan makan anak, dan pemantauan tumbuh kembang. Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang, variasi makanan, serta keterlibatan anak dalam proses makan merupakan langkah sederhana namun efektif dalam mencegah stunting sejak usia dini.



Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader PKK tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga agen edukasi di masyarakat, sehingga kesadaran tentang gizi dan tumbuh kembang anak dapat meningkat secara merata di Desa Nglebeng.