Malang – 17 April 2025. Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat tidak hanya menuntut anak untuk adaptif, tetapi juga orang tua agar lebih bijak dalam mendampingi anak di era gadget. Menyadari pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan digital anak, kelompok Asistensi Mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertema "Cerdas Digital Sejak Dini: Peran Orang Tua dalam Literasi Gadget Anak".Seminar ini diselenggarakan di Masjid An Nahdloh, MIN 2 Kota Malang, dengan sasaran utama para wali murid kelas 3. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Asistensi Mengajar mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pada pendekatan sosial-edukatif kepada komunitas sekolah.Dalam seminar tersebut, hadir sebagai pemateri utama Dr. Fita Mustafida, M.Pd., seorang akademisi sekaligus Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA). Beliau menyampaikan pentingnya kesadaran digital dalam keluarga, dan peran aktif orang tua dalam mengarahkan anak dalam menggunakan teknologi secara sehat.
“Gadget itu ibarat pisau bermata dua. Bisa jadi media belajar, tapi juga bisa berbahaya kalau tanpa pendampingan,” ungkap Dr. Fita Mustafida di hadapan para wali murid.
Acara berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para orang tua. Dalam sesi penyampaian materi, beliau menekankan bahwa literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan teknologi, tetapi juga soal kebijaksanaan dalam memilah informasi, mengelola waktu layar (screen time), serta membimbing anak agar tidak terjerumus dalam konten negatif.
Para wali murid juga diajak berdiskusi tentang pengalaman mereka dalam mendampingi anak menggunakan gawai, termasuk tantangan seperti kecanduan YouTube, ketergantungan pada game, hingga kebingungan memilih aplikasi yang edukatif. Kepala MIN 2 Kota Malang, Bapak Nanang Sukmawan, S.Pd., M.Pd.I., mengapresiasi kegiatan ini dan berharap seminar semacam ini bisa rutin dilaksanakan. “Kami senang karena wali murid jadi lebih sadar akan pentingnya literasi digital. Anak-anak butuh pendampingan, bukan larangan semata,” ujarnya.
Seminar ini menjadi pengingat bahwa literasi digital adalah tanggung jawab bersama baik sekolah, orang tua, dan lingkungan. Dengan kolaborasi yang kuat, generasi muda bisa tumbuh menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bukan hanya sekadar pengguna gawai.