Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita dan lansia. Di posyandu inilah, kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong warga bertemu. Suasana tersebut turut dirasakan oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 78 ArthaBhumi saat ikut serta dalam kegiatan Posyandu Balita dan Lansia di Desa Banjarejo.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Januari 2026. Sejak pagi, balita bersama orang tua serta para lansia tampak memadati lokasi posyandu. Antusiasme warga yang tinggi membuat kegiatan berlangsung ramai dan penuh kehangatan. Kehadiran mahasiswa KKM menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM terlibat langsung membantu berbagai proses pemeriksaan dan pelayanan. Di antaranya membantu pengukuran tensi darah, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar perut, serta lingkar lengan. Selain itu, mahasiswa juga membantu membagikan konsumsi berupa bubur kepada balita dan lansia serta turut menjaga administrasi pendaftaran agar alur pelayanan berjalan tertib dan teratur.
Bagi mahasiswa KKM Kelompok 78 ArthaBhumi, keterlibatan dalam kegiatan posyandu menjadi pengalaman berharga untuk memahami pentingnya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Interaksi langsung dengan warga, khususnya balita dan lansia, memberikan pelajaran tentang empati, kepedulian, serta arti kehadiran sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.
Ramainya peserta posyandu mencerminkan tingginya kesadaran warga Desa Banjarejo terhadap pentingnya kesehatan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa posyandu masih menjadi ruang strategis dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat di tingkat desa. Dukungan berbagai pihak, termasuk mahasiswa KKM, diharapkan dapat terus memperkuat keberlangsungan layanan ini.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan posyandu, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 78 ArthaBhumi berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Pengalaman ini menjadi bagian dari proses belajar mengabdi, bahwa pelayanan sederhana yang dilakukan dengan tulus dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.