12 months ago

POSYANDU ILP SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DAN PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA SUMBER, KECAMATAN SANANKULON, KABUPATEN BLITAR

Header Image
TAHAJUDI AQMA

220102110068 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.325

ABSTRAK





Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Blitar. Upaya pencegahan stunting membutuhkan pendekatan terintegrasi melalui layanan kesehatan dasar yang mudah diakses oleh masyarakat. Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) menjadi salah



satu strategi efektif yang menggabungkan berbagai layanan kesehatan dalam satu kegiatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan Posyandu ILP dalam rangka pencegahan stunting dan promosi



kesehatan masyarakat melalui partisipasi aktif mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Kegiatan dilakukan pada tanggal 12 Maret dan 5 Mei 2025 melalui



metode observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara informal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Posyandu ILP di desa tersebut telah mampu mengintegrasikan layanan balita, ibu hamil, dewasa, dan lansia secara efektif. Keterlibatan mahasiswa membantu memperlancar pelaksanaan kegiatan serta meningkatkan semangat kader dan warga. Hasil ini diperkuat oleh literatur yang menyatakan bahwa keberhasilan posyandu bergantung pada keterlibatan masyarakat dan kualitas kader. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan



masyarakat untuk meningkatkan layanan kesehatan dan menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.



Kata Kunci: Posyandu ILP, Stunting, Pengabdian Masyarakat



ABSTRACT





Stunting remains a significant public health concern in Indonesia, including in Blitar Regency. Preventing stunting



requires an integrated approach through accessible primary healthcare services. The Integrated Primary Services



Post (Posyandu ILP) offers an effective strategy by combining various health services in one setting. This



community service project aimed to support the implementation of Posyandu ILP in stunting prevention and health



promotion through the active involvement of university students participating in the Community Service Program



(KKM) in Sumber Village, Sanankulon District, Blitar Regency. The activities were conducted on March 12 and



May 5, 2025, using participatory observation, documentation, and informal interviews. The results showed that



the Posyandu ILP in the village effectively integrated services for toddlers, pregnant women, adults, and the elderly. Student involvement helped streamline the activities and boosted the enthusiasm of both cadres and residents. These findings are supported by literature stating that community involvement and the competence of health cadres are crucial to the success of Posyandu programs. This service initiative is expected to serve as a model for community empowerment aimed at improving healthcare services and reducing stunting rates in a



sustainable manner.



Keywords: : Integrated Health Post, Stunting, Healthcare Services



PENDAHULUAN





Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di



Indonesia, dengan prevalensi yang masih tinggi dan menunjukkan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurut data, prevalensi stunting nasional pada anak di bawah lima tahun mencapai 21,6% pada tahun 2022, menurun dari 24,4% di tahun 2021, tetapi masih jauh dari target penurunan



yang diharapkan (Oktafiani & Witanti, 2024). Khusus di Kabupaten Blitar, angka stunting juga menjadi perhatian utama, dengan laporan menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan intervensi harus ditingkatkan untuk mencapai perbaikan yang nyata dalam kondisi gizi anak (Pebrianty dkk., 2023). Pengalaman dan riset di daerah



ini lebih lanjut menegaskan kebutuhan mendesak untuk mengatasi faktor-faktor



lingkungan yang mempengaruhi kesehatan,



serta penerapan praktik gizi yang baik sejak



konsepsi hingga usia anak balita sebagai



intervensi penting (Waafiroh dkk., 2023). Dalam mengatasi masalah stunting, konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi sangat penting. ILP bertujuan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan primer,



termasuk dalam pencegahan stunting melalui pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan berbagai sektor, baik kesehatan, pendidikan, maupun sosial (Saputri & Tumangger, 2019). ILP menyediakan



kerangka kerja yang komprehensif untuk menyediakan pendidikan gizi, akses ke layanan kesehatan, serta membangun kesadaran di masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi yang tepat selama periode kritis tumbuh kembang anak (Suhandiah dkk., 2022). Dengan memanfaatkan kerjasama lintas sektor, ILP juga diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih baik bagi keluarga di daerah dengan angka stunting tinggi, seperti Kabupaten Blitar. Keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat, seperti dalam penguatan layanan Posyandu, sangat penting untuk menciptakan komunitas yang



lebih sehat dan lebih sadar akan isu stunting. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memberikan edukasi dan pelatihan yang



sesuai, serta mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan gizi seimbang (Harlia Putri dkk., 2023). Mahasiswa, sebagai agen perubahan, memiliki potensi untuk mempengaruhi dan menggerakkan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui berbagai program edukasi yang kreatif dan inklusif (Waslia, 2022). Dengan memperkuat kapasitas kader Posyandu, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orangtua dan masyarakat tentang pentingnya nutrisi yang cukup dan pola asuh yang baik untuk anak- anak mereka. Tujuan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) adalah untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan promosi kesehatan secara lebih luas di Kabupaten Blitar. Dengan memfokuskan kegiatan pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak yang optimal (Risnanto, 2023). Selain itu, program ini juga bertujuan untuk



meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang intervensi gizi yang tepat, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam memberikan layanan dan informasi kepada masyarakat (Pebrianty dkk., 2023). Melalui inisiatif ini, diharapkan angka stunting di Kabupaten Blitar dapat menurun secara signifikan, sejalan dengan upaya nasional dalam mencapai kesehatan yang lebih baik untuk anak-anak di Indonesia.



METODE PENGABDIAN



Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) yang berlangsung di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 12 Maret 2025 dan 5 Mei 2025, bertepatan dengan jadwal rutin Posyandu setempat. Metode pengabdian yang digunakan adalah observasi partisipatif, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pelayanan Posyandu, mulai dari membantu proses pendataan,pemantauan tumbuh kembang balita, serta pelayanan kesehatan bagi dewasa dan lansia. Prosedur pelaksanaan dimulai dengan koordinasi bersama kader Posyandu dan petugas Puskesmas Sanankulon untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai alur pelayanan ILP yang diterapkan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut mendampingi kegiatan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita, pengecekan tekanan darah pada lansia dan dewasa, serta melakukan pencatatan data hasil pemeriksaan. Selain itu, dilakukan pula wawancara informal dengan kader dan beberapa warga untuk mengetahui persepsi dan tingkat pemahaman masyarakat terhadap layanan Posyandu ILP dan upaya pencegahan stunting. Alat dan media yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi format pencatatan manual posyandu, alat ukur antropometri (timbangan digital, pengukur tinggi badan), serta tensimeter untuk pemeriksaan kesehatan umum. Dokumentasi kegiatan dilakukan dalam bentuk catatan lapangan dan dokumentasi foto. Melalui metode ini, pengabdian diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas layanan Posyandu ILP sekaligus memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting secara terpadu.



HASIL DAN PEMBAHASAN



Kegiatan pengabdian masyarakat melalui partisipasi dalam Posyandu ILP di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar memberikan gambaran nyata tentang implementasi layanan kesehatan terpadu di tingkat desa. Posyandu ini tidak hanya berfokus pada pelayanan bagi balita sebagai upaya pencegahan stunting, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan lain seperti pemantauan kesehatan ibu hamil, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah bagi warga dewasa, serta skrining kesehatan lansia. Kegiatan ini mencerminkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mendorong pelayanan kesehatan secara menyeluruh di satu tempat dan waktu, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan.



Gambar 1. Pengecekan Pertumbuhan Balita



Pada pelaksanaan Posyandu tanggal



12 Maret dan 5 Mei 2025, mahasiswa terlibat



langsung dalam berbagai rangkaian kegiatan,



seperti penimbangan dan pengukuran tinggi



badan balita, pencatatan status gizi,



pengecekan tekanan darah untuk lansia dan



dewasa, serta pendampingan ibu hamil saat



konsultasi dengan tenaga kesehatan. Integrasi



layanan terlihat jelas melalui kolaborasi



antara kader posyandu, petugas Puskesmas,



serta dukungan dari mahasiswa KKM.



Kehadiran semua kelompok sasaran (balita,



ibu hamil, dewasa, dan lansia) dalam satu



kegiatan menandakan efektivitas pendekatan



ILP dalam menjangkau seluruh lapisan



masyarakat desa.



Gambar 2. Pengecekan Kesehatan Lansia



Temuan lapangan menunjukkan



antusiasme warga yang cukup tinggi dalam



mengikuti kegiatan Posyandu. Hal ini tampak



dari tingginya partisipasi balita dan lansia



yang datang secara sukarela untuk



mendapatkan layanan kesehatan. Kader



posyandu memainkan peran kunci dalam



mengoordinasikan jalannya kegiatan dan



menjaga keteraturan proses pelayanan.



Meskipun demikian, beberapa kendala juga



teridentifikasi, seperti keterbatasan alat ukur



antropometri yang menyebabkan antrean



panjang, serta kekurangan tenaga pendukung



sehingga kader harus merangkap banyak



tugas. Keterlibatan mahasiswa dalam



kegiatan ini sangat membantu kader dalam



mengelola waktu dan tenaga, serta



memberikan kontribusi dalam edukasi



singkat mengenai gizi dan pola hidup sehat.



Secara awal, kegiatan mahasiswa



berdampak positif terhadap semangat kader



dan warga. Mahasiswa dianggap sebagai



mitra yang dapat memperkuat pelaksanaan



kegiatan serta membawa semangat baru



dalam pengelolaan posyandu. Selain itu,



dokumentasi kegiatan oleh mahasiswa juga



menjadi bahan evaluasi dan laporan yang



dapat dimanfaatkan oleh pihak desa atau



puskesmas.



Berbagai literatur menegaskan bahwa



Posyandu ILP memainkan peran penting



dalam meningkatkan akses layanan



kesehatan dasar sekaligus menurunkan angka



stunting, terutama pada balita. Partisipasi



aktif masyarakat dalam kegiatan posyandu



terbukti berhubungan dengan peningkatan



status kesehatan dan gizi anak (Hartati &



Sumanti, 2023). Selain menyediakan layanan



kesehatan langsung, Posyandu ILP juga



memperkuat jaringan sosial melalui kader



kesehatan yang terlatih. Kinerja kader yang



baik berkontribusi secara signifikan terhadap



kepuasan layanan posyandu , serta



membangun interaksi sosial yang



meningkatkan kualitas pelayanan (Indrayani



dkk., 2022).



Lebih lanjut, peningkatan kunjungan



ke posyandu terbukti berkorelasi dengan



perbaikan status gizi balita secara signifikan,



sementara edukasi yang diberikan kepada ibu



tentang pola asuh dan gizi seimbang turut



memperkuat upaya pencegahan stunting



(Nuraisana dkk., 2024). Namun, tantangan



seperti kurangnya pengetahuan kader dan



minimnya dukungan keluarga masih menjadi



hambatan dalam optimalisasi posyandu



(Putri Pratiwi, 2023). Oleh karena itu,



keberhasilan Posyandu ILP sangat



bergantung pada pemberdayaan kader dan



keterlibatan masyarakat secara aktif sebagai



mitra dalam penguatan layanan kesehatan di



tingkat desa.



SIMPULAN DAN REKOMENDASI



Kegiatan pengabdian masyarakat



dalam bentuk partisipasi aktif mahasiswa



pada Posyandu ILP di Desa Sumber,



Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar



telah memberikan kontribusi positif terhadap



upaya pencegahan stunting dan penguatan



layanan kesehatan dasar di tingkat desa.



Posyandu ILP terbukti mampu



mengintegrasikan berbagai layanan



kesehatan, mulai dari pemantauan gizi balita,



pemeriksaan ibu hamil, hingga skrining



kesehatan dewasa dan lansia, dalam satu



sistem pelayanan yang komprehensif.



Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan



mahasiswa tidak hanya membantu



memperlancar jalannya kegiatan, tetapi juga



meningkatkan antusiasme masyarakat serta



mendukung edukasi kesehatan yang lebih



efektif. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan



kegiatan KKM untuk mendukung



pencegahan stunting dan promosi kesehatan



telah tercapai secara optimal.



Berdasarkan hasil kegiatan dan



dukungan literatur, direkomendasikan agar



Posyandu ILP terus diperkuat melalui



pelatihan kader secara berkala, peningkatan



ketersediaan alat ukur yang memadai, serta



pelibatan aktif pemuda dan mahasiswa dalam



mendampingi kegiatan kesehatan



masyarakat. Pemerintah desa dan puskesmas



juga disarankan untuk meningkatkan



kolaborasi lintas sektor guna menjamin



kesinambungan layanan serta efektivitas



program ILP dalam jangka panjang.



Diharapkan, dengan dukungan berkelanjutan



dan pendekatan yang partisipatif, angka stunting di Kabupaten Blitar dapat terus



menurun dan kualitas hidup masyarakat



meningkat secara menyeluruh.



DAFTAR PUSTAKA



Harlia Putri, T., Rahmawati, N., Neri, E. L.,



Fahdi, F. K., Arvandy, F., Pramana,



Y., Ligita, T., Herman, & Sukarni.



(2023). PENINGKATAN



PENGETAHUAN STUNTING



MELALUI PELATIHAN KADER



POSYANDU. Jurnal Abdimas Ilmiah



Citra Bakti, 4(1), 42–50.



https://doi.org/10.38048/jailcb.v4i1.1



473



Hartati, S., & Sumanti, N. T. (2023).



Hubungan Peran, Interaksi Sosial dan



Budaya Kader terhadap Pelayanan



Posyandu sebagai Upaya



Peningkatan Mutu Pelayanan untuk



Ibu dan Anak. Indonesia Journal of



Midwifery Sciences, 2(4), 313–320.



https://doi.org/10.53801/ijms.v2i4.12



4



Indrayani, I., Sholeha, N. A., Oktavia, B., &



Amalia, I. S. (2022). HUBUNGAN



ANTARA KINERJA KADER



DENGAN TINGKAT KEPUASAN



PELAYANAN POSYANDU DI



DESA SUSUKAN KECAMATAN



CIPICUNG KABUPATEN



KUNINGAN TAHUN 2022. Jurnal



Ilmu Kesehatan Bhakti Husada:



Health Sciences Journal, 13(02),



220–229.



https://doi.org/10.34305/jikbh.v13i0



2.592



Nuraisana, N., Halawa, S. W., & Harun, M.



(2024). Implementasi Algoritma C4.5



Dalam Mengklasifikasi Status Gizi



Balita Pada Posyandu Desa Sekip



Lubuk Pakam. Jurnal SAINTIKOM



(Jurnal Sains Manajemen



Informatika dan Komputer), 23(1),



130.



https://doi.org/10.53513/jis.v23i1.95



96



Oktafiani, R., & Witanti, A. (2024). SISTEM



PAKAR DETEKSI AWAL



STUNTING PADA BALITA



MENGGUNAKAN METODE



CERTAINTY FACTOR.



Technologia : Jurnal Ilmiah, 15(1),



130.



https://doi.org/10.31602/tji.v15i1.13



675



Pebrianty, P., Lalli, L., & Embong, M.



(2023). Percepatan Pencegahan



Stunting pada Anak Usia Dini dengan



Pendekatan Analisis Spasial.



Murhum : Jurnal Pendidikan Anak



Usia Dini, 4(2), 259–271.



https://doi.org/10.37985/murhum.v4i



2.315



Putri Pratiwi, K. (2023). Hubungan



Dukungan Keluarga Dengan



Kunjungan Posyandu Balita Di Desa



Sukamanis Wilayah Kerja Puskesmas



Kadudampit Kabupaten Sukabumi.



Jurnal Health Society, 12(2).



https://doi.org/10.62094/jhs.v12i2.10



8



Risnanto, R. (2023). STUDI DESKTIPTIF



KEJADIAN STUNTING PADA



BALITA. Bhamada: Jurnal Ilmu dan



Teknologi Kesehatan (E-Journal),



14(1), 35–40.



https://doi.org/10.36308/jik.v14i1.48



3



Saputri, R. A., & Tumangger, J. (2019).



Hulu-Hilir Penanggulangan Stunting



Di Indonesia. Journal of Political



Issues, 1(1), 1–9.



https://doi.org/10.33019/jpi.v1i1.2



Suhandiah, S., Martiningtyas, N., &



Ayuningtyas, A. (2022).



Implementasi Analisis Diskriminan



dalam Pengelompokan Kinerja



Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan



Sehat. JI-KES (Jurnal Ilmu



Kesehatan), 6(1), 84–93.



https://doi.org/10.33006/ji-



kes.v6i1.378



Waafiroh, B., Iriyani, E., & Sejati, A. (2023).



PENGARUH BERAT DAN



PANJANG BADAN LAHIR



RENDAH TERHADAP KEJADIAN



STUNTING PADA ANAK USIA 1-



5 TAHUN. Jurnal Ilmu Kebidanan,



10(1), 7–13 



https://doi.org/10.48092/jik.v10i1.21



6



Waslia, D. (2022). The Relationship between



Health Services and Stunting



Incidence in Toddlers at



POSYANDU Padasuka Bandung



Regency. Jurnal Kesehatan Kartika,



17(3), 1.



https://doi.org/10.26874/jkkes.v17i3.



249