9 months ago

Profil KKM 15 Pentaswara

Header Image
ALVIN DWI PRIYAMBODO

230503110048 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.15

Swaraning Gesang Manunggal: Harmoni Pengabdian Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Masjid Miftahul Jannah Kedungkandang–Sawojajar



Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini tidak hanya menuntut kehadiran mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang mampu mendengarkan, memahami, dan merespons kebutuhan sosial secara bijaksana. Dalam konteks tersebut, mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan KKM di Masjid Miftahul Jannah, Kecamatan Kedungkandang, Kelurahan Sawojajar, dengan mengusung jargon “Swaraning Gesang Manunggal.”



Jargon Swaraning Gesang Manunggal mengandung makna filosofis sebagai sebuah harapan agar segala suara yang hidup—baik suara mahasiswa, masjid, maupun masyarakat—dapat bertemu, bersatu, dan membentuk harmoni kehidupan yang lebih bermakna. Kata swaraning dimaknai sebagai suara, gagasan, dan aspirasi; gesang sebagai kehidupan; sedangkan manunggal bermakna persatuan. Jargon ini menjadi fondasi nilai dalam setiap kegiatan KKM, sehingga pengabdian tidak berjalan secara sepihak, melainkan lahir dari dialog, kebersamaan, dan kolaborasi.



Nilai-nilai tersebut kemudian diwujudkan secara visual melalui logo KKM yang dirancang sebagai identitas sekaligus representasi filosofi pengabdian. Logo ini tidak sekadar menjadi simbol, tetapi juga menjadi penanda arah dan semangat pengabdian mahasiswa di lingkungan Masjid Miftahul Jannah.



Dari segi warna, logo KKM didominasi oleh warna biru tua dan biru muda yang merepresentasikan ketenangan, kecerdasan, kedewasaan berpikir, serta sikap profesional mahasiswa dalam mengabdi kepada masyarakat. Warna biru juga mencerminkan stabilitas dan kepercayaan, yang menjadi dasar penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Sementara itu, warna putih melambangkan keikhlasan, kesucian niat, dan kebersihan hati dalam menjalankan seluruh program KKM, sehingga setiap aktivitas yang dilakukan di lingkungan masjid bernilai ibadah dan kebermanfaatan.



Elemen masjid dengan kubah dan lengkungan menyerupai mihrab pada bagian atas logo menegaskan bahwa pusat kegiatan KKM berada di Masjid Miftahul Jannah serta berlandaskan nilai-nilai Islam. Masjid dimaknai tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pembinaan spiritual, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang bertujuan untuk mencari rida Allah SWT.



Di bagian bawah logo, terdapat simbol buku terbuka yang melambangkan ilmu pengetahuan, literasi, dan semangat belajar. Buku terbuka merepresentasikan peran mahasiswa sebagai agen pembelajaran yang membawa pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat Kedungkandang–Sawojajar. Posisi buku sebagai fondasi logo memberikan makna bahwa seluruh kegiatan KKM berdiri di atas dasar ilmu dan pendidikan yang bermanfaat.



Selanjutnya, elemen gelombang atau bentuk menyerupai suara dan pentas mencerminkan ekspresi, kreativitas, serta keberanian mahasiswa dalam menyuarakan kebaikan. Elemen ini selaras dengan nama “Pentaswara”, yang menyiratkan ruang untuk tampil (pentas) dan bersuara (swara). Makna tersebut menegaskan bahwa setiap anggota KKM didorong untuk berperan aktif, berani menyampaikan gagasan, serta terlibat langsung dalam kegiatan di tengah masyarakat, bukan sekadar bekerja di balik layar.



Adapun titik-titik kecil berjumlah 16 melambangkan 16 anggota KKM yang bersatu dalam satu tujuan pengabdian. Titik-titik tersebut merepresentasikan kebersamaan, solidaritas, dan kekuatan kolektif dalam menjalankan program KKM. Penulisan “KKM 15 Masjid Miftahul Jannah” pada logo mempertegas identitas kelompok, nomor KKM, serta lokasi pengabdian, sehingga logo berfungsi sebagai wajah resmi kelompok dalam berbagai media dan kegiatan.



Secara keseluruhan, jargon dan logo KKM ini merupakan perwujudan dari semangat Swaraning Gesang Manunggal, yaitu menyatukan suara, nilai keislaman, ilmu pengetahuan, kreativitas, dan kebersamaan dalam satu harmoni pengabdian. Melalui pengabdian di Masjid Miftahul Jannah, Kedungkandang–Sawojajar, mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata serta meninggalkan jejak kebermanfaatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.