2 months ago

QRIS Dorong Digitalisasi Transaksi UMKM di Desa Mulyoarjo

Header Image
MUHAMMAD KHOIRUL IRFAN ALBAZURI

230204110090 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.104

MULYOARJO, LAWANG — Dalam upaya mendukung digitalisasi sistem pembayaran di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 104 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku UMKM di Desa Mulyoarjo, Dusun Ampel Gading. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk adaptasi masyarakat desa terhadap perkembangan teknologi transaksi non-tunai yang kian marak digunakan.



 



    Desa Mulyoarjo memiliki letak yang cukup strategis karena berada tidak jauh dari Pasar Lawang, pasar yang dikenal ramai dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Di Dusun Ampel Gading sendiri, khususnya di sekitar posko KKM, terdapat sekitar tujuh warung aktif yang selama ini masih menggunakan sistem pembayaran tunai sepenuhnya. Berdasarkan hasil observasi lapangan, belum ada satu pun warung yang memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran digital.



 



    Sebagian pedagang mengaku masih mengalami kendala dalam penggunaan teknologi, mulai dari keterbatasan pemahaman digital, kebingungan dalam proses pembuatan QRIS, hingga kekhawatiran akan penipuan atau penyalahgunaan sistem pembayaran digital. Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan sosialisasi QRIS yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung di lapangan.



 



    Berbeda dengan program UMKM yang umumnya menitikberatkan pada pendampingan usaha dan pengembangan produk, kegiatan QRIS ini lebih difokuskan pada edukasi literasi keuangan digital. Mahasiswa KKM memberikan pemahaman mengenai fungsi QRIS sebagai metode pembayaran yang praktis, aman, dan efisien, serta menjelaskan cara kerja QRIS, manfaat penggunaannya, dan alur transaksi menggunakan aplikasi pembayaran yang tersedia di ponsel.



 



    Sebagai bentuk tindak lanjut nyata, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2026 dengan mendatangkan langsung pihak Bank BCA ke lokasi UMKM yang bersedia. Proses pembuatan QRIS dilakukan secara langsung di tempat, sehingga pedagang dapat memahami tahapan pendaftaran sekaligus penggunaan QRIS secara menyeluruh. UMKM pertama yang menjadi percontohan adalah Warung Cemal Cemil milik Pak Yanto, Ketua RW 14 Dusun Ampel Gading, yang bergerak di bidang penjualan jajanan.



 



Antusiasme terlihat jelas dari respons pedagang. Pak Yanto menyampaikan bahwa kehadiran QRIS akan sangat membantu kegiatan usahanya, terutama dalam melayani pesanan secara online dan menghadapi momen ramai seperti bulan Ramadhan.



 



“QRIS ini benar-benar akan membantu kami nanti, terkhusus pas bulan Ramadhan akan banyak pesanan yang datang,” ungkapnya.



 



    Dampak awal dari kegiatan ini mulai terasa. Karena QRIS pertama kali diterapkan oleh Ketua RW setempat, banyak pedagang lain yang mulai tertarik dan terdorong untuk mengikuti langkah serupa. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan langsung dan contoh nyata di lapangan mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.



 



Ketua KKM 104, Dewantara, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman.



 



“Di zaman yang sudah serba modern, banyak orang yang sudah mengalokasikan uang tunai menjadi saldo digital. Karena lebih memudahkan dan juga lebih aman, maka penggunaan QRIS seharusnya menjadi hal yang lumrah sebagai bentuk menghargai perkembangan zaman,” ujarnya.



 



    Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan QRIS ini, mahasiswa KKM 104 UIN Malang berharap masyarakat Desa Mulyoarjo semakin terbuka dan melek terhadap digitalisasi, khususnya dalam bidang transaksi keuangan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong inklusi keuangan serta mempermudah aktivitas ekonomi masyarakat desa agar mampu berkembang dan beradaptasi di tengah arus modernisasi.