2 months ago

Rangkaian Kegiatan KKM 121 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Header Image
ABIDA RAHMANIA AZIZAH

230201110007 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.121

      Kegiatan pengabdian Mahasiswa KKM 121 Swastikara Nawasena Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Masjid At-Taqwa Bumi Tunggul Wulung Indah, Lowokwaru, Kota Malang, diawali pada 18 Desember 2025 melalui survei dan pemaparan program bersama pengurus masjid. Dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan, mahasiswa disambut langsung oleh Ketua Takmir dan jajaran pengurus. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengenal lebih dekat kondisi, kebutuhan, serta potensi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus ruang edukasi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Diskusi yang terjalin memberikan gambaran nyata bahwa Masjid At-Taqwa memiliki fasilitas dan modal sosial yang kuat untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas umat yang terpadu.



      Memasuki awal tahun, tepatnya pada 4 Januari 2026, mahasiswa menghadirkan inovasi dakwah berbasis digital melalui podcast bertema “Economic Crisis di Era Saat Ini dan Bagaimana Peran Masjid” bersama Bapak Amar Alphabet. Diskusi ini mengangkat realitas krisis ekonomi yang dirasakan masyarakat dan menegaskan bahwa masjid dapat menjadi pusat solusi, bukan sekadar tempat ibadah ritual. Podcast yang ditayangkan melalui media sosial masjid ini menjadi ruang dialog terbuka tentang pentingnya jejaring, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi jamaah di tengah tantangan zaman.



      Tidak berhenti di sana, pada 10 Januari 2026 kembali digelar podcast bertema “Masjid dan Generasi Milenial: Dari Ritual ke Ruang Ekspresi Sosial” bersama Dr. Ir. H. Mochammad Rofieq, S.Si., M.T., IPU. Dalam dialog tersebut ditegaskan bahwa masjid perlu menjadi ruang yang inklusif dan memberi tempat bagi generasi muda untuk berkontribusi. Anak muda dengan potensi kreativitas dan literasi digitalnya dapat menjadi penggerak kegiatan masjid apabila diberi ruang, kepercayaan, dan komunikasi yang setara.



      Keesokan harinya, 11 Januari 2026, program berlanjut dengan seminar psikologi bertema “Pola Asuh Hangat untuk Anak yang Berbahagia dan Berbakat” yang diikuti sekitar 60 ibu-ibu PKK Masjid At-Taqwa. Menghadirkan Ibu Fuji Astutik, M.Psi., Psikolog, seminar ini menekankan pentingnya relasi emosional yang sehat antara orang tua dan anak sebagai fondasi tumbuh kembang yang optimal. Selain membahas pola asuh, materi juga menyinggung dampak stunting terhadap aspek kognitif dan psikologis anak, sehingga edukasi keluarga menjadi bagian penting dari penguatan masyarakat berbasis masjid.



     Selain kegiatan berbasis edukasi dan media digital, Masjid At-Taqwa juga rutin mengadakan terapi senam Ling Tien Kung setiap Minggu pagi. Puluhan warga, mayoritas lansia, mengikuti terapi ini dengan penuh semangat. Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana menjaga kesehatan fisik melalui gerakan ringan dan pengaturan pernapasan, tetapi juga ruang silaturahmi dan kebersamaan antarjamaah. Masjid kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pembinaan umat, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga kesehatan jasmani dan sosial.



      Pada 24 Januari 2026, mahasiswa kembali menghadirkan dua podcast edukasi kesehatan. Podcast pertama membahas “Etika Batuk” bersama dr. Dewi Sanusaningsih, Spesialis Mikrobiologi Klinik, yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menutup batuk dengan benar guna mencegah penularan penyakit. Tema sederhana ini diangkat sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam menjaga kesehatan bersama. Di hari yang sama, podcast kedua menghadirkan dr. Bunga Petrina Oktarini, Spesialis Penyakit Dalam, dengan tema “Tips Berpuasa Aman bagi Penderita Gastritis.” Diskusi ini memberikan pemahaman ilmiah dan praktis agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman melalui pengaturan pola makan yang tepat.



 



Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa masjid dapat berkembang menjadi pusat peradaban kecil yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pengurus masjid, berbagai program yang dihadirkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan penguatan generasi muda. Masjid At-Taqwa pun tidak sekadar menjadi tempat beribadah, melainkan ruang bertumbuh bersama bagi seluruh lapisan masyarakat.