3 months ago

Rangkul Sesama Lestarikan Budaya : Mahasiswa KKM Mandiri 175 UIN Malang gelar Seminar Tari Gandrung dan Sosialisasi Anti-Bullying di MI Miftahul Jadid

Header Image
OLIVIA ITKA NISHFI RAMADHAN

230301110101 • KKM Mandiri • G.175

Selasa, 13 Januari 2026 —— Mahasiswa KKM Mandiri 175 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Sosialisasi Anti bullying sekaligus Seminar Tari Gandrung di MI Miftahul Jadid Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja utama dari kelompok KKM Mandiri Sahwahita yang diikuti oleh 120 siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.



Acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB tepat setelah selesainya kegiatan Shobahul Lughoh  yang rutin dilaksanakan setelah apel pagi. Acara sosialisasi ini dimulai dengan pembukaan non formal oleh kak Lajan sebagai MC yang bertugas. Mahasiswa KKM  menyadari bahwa peserta sosialisasi tidak terfokus pada salah satu kelas, melainkan mengikutsertakan semua siswa di MI Miftahul Jadid. Oleh karena itu acara ini dikemas dengan begitu menyenangkan lewat ice breaking dan yel-yel, sehingga membuat acara terasa seru dan tidak monoton.



Acara selanjutnya diisi dengan seminar Tari Gandrung yang disampaikan oleh Kak Eralda. Latar belakang pemilihan materi ini tidak lain karena Tari Gandrung sendiri merupakan tarian khas Banyuwangi. Hal ini tentu sangat cocok dengan budaya yang ada di masyarakat tempat pelaksanaan KKM, terutama para siswi MI Miftahul Jadid yang sudah tidak asing dengan tarian ini. Pemateri juga mengenalkan tentang "Festival Gandrung Sewu", sebuah tradisi yang wajib ditampilkan dalam rangkaian acara Hari Jadi Banyuwangi setiap bulan Oktober yang bertempat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi. 



Seminar ini kemudian ditutup dengan penampilan Tari Gandrung oleh kak Atina. Tidak hanya berhenti disitu, dengan adanya seminar Tari Gandrung ini juga memberikan peluang kepada para siswi MI Miftahul Jadid untuk mengikuti pelatihan tari yang akan dilaksanakan setiap minggunya di posko KKM, yang mana tari ini nantinya akan ditampilkan saat malam puncak perpisahan kegiatan KKM.



Kemudian rangkaian acara dilanjutkan dengan sosialisasi anti bullying,yang juga menjadi sesi inti dari kegiatan ini. Materi anti bullying disampaikan oleh Kak Akbar dan Kak Oliv. Sebelum masuk ke materi inti, para siswa terlebih dahulu diputarkan film pendek yang menceritakan tentang bullying. Hal ini dimaksudkan supaya para siswa tahu mengenai gambaran bullying dan apa dampak buruk yang ditimbulkannya. Terdapat beberapa poin penting mengenai materi yang disampaikan, diantaranya adalah pengertian bullying, ciri-ciri bullying, jenis-jenis bullying meliputi bullying fisik, bullying verbal, bullying sosial, dan cyber bullying, dan upaya pencegahan bullying. 



Di sela-sela penyampaian materi, Kak Akbar dan Kak Oliv juga memberikan beberapa kuis sederhana yang berkaitan dengan tema bullying. Para siswa yang berhasil menjawab dengan benar diberikan hadiah. Sebelum mengakhiri materi, para siswa juga diberikan kesempatan untuk menuliskan tentang perasaan ataupun kisah mereka yang pernah menjadi korban bullying dalam secarik kertas. 

Tidak sedikit siswa yang mau untuk berbagi cerita kepada kakak-kakak mahasiswa KKM UIN Malang. Bahkan ada beberapa dari mereka yang menangis ketika teringat perundungan yang dulu pernah dialami.  Mahasiswa KKM juga memberikan apresiasi kepada anak-anak yang sudah berani untuk bercerita dengan memberikan hadiah. Suasana yang semula ceria menjadi sedikit sedih dan sendu.  Hal ini menunjukkan bahwa ternyata dampak buruk dari bullying memang benar adanya, tidak hanya menyerang fisik, namun mental dari si korban bullying juga akan terkena imbasnya.



Setelah dirasa cukup waktu untuk bercerita, acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Masing-masing siswa terdiri dari 3 orang berfoto dengan menggunakan twibbon bertuliskan "stop bullying". Tidak hanya dokumentasi semata guna mengabadikan sebuah moment, hal ini juga dimasudkan sebagai upaya atau tindakan nyata untuk menolak segala bentuk perundungan. 



Dengan terlaksananya kegiatan ini, menjadi salah satu bukti akan kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam memberikan edukasi tentang pentingnya penanaman pendidikan karakter anak sedari dini. Besar harapan kami kepada mereka supaya belajar untuk saling menghargai dan menghormati sesama, menghindari perundungan, dan mau berteman dengan siapapun tanpa membeda-membedakan antara satu sama lain.


3 months ago

Rangkul Sesama Lestarikan Budaya : Mahasiswa KKM Mandiri 175 UIN Malang gelar Seminar Tari Gandrung dan Sosialisasi Anti-Bullying di MI Miftahul Jadid

Header Image
MUH. AKBAR SAPUTRA

230301110155 • KKM Mandiri • G.175

Selasa, 13 Januari 2026 —— Mahasiswa KKM Mandiri 175 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Sosialisasi Anti bullying sekaligus Seminar Tari Gandrung di MI Miftahul Jadid Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja utama dari kelompok KKM Mandiri Sahwahita yang diikuti oleh 120 siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB tepat setelah selesainya kegiatan Shobahul Lughoh  yang rutin dilaksanakan setelah apel pagi. Acara sosialisasi ini dimulai dengan pembukaan non formal oleh kak Lajan sebagai MC yang bertugas. Mahasiswa KKM  menyadari bahwa peserta sosialisasi tidak terfokus pada salah satu kelas, melainkan mengikutsertakan semua siswa di MI Miftahul Jadid. Oleh karena itu acara ini dikemas dengan begitu menyenangkan lewat ice breaking dan yel-yel, sehingga membuat acara terasa seru dan tidak monoton. Acara selanjutnya diisi dengan seminar Tari Gandrung yang disampaikan oleh Kak Eralda. Latar belakang pemilihan materi ini tidak lain karena Tari Gandrung sendiri merupakan tarian khas Banyuwangi. Hal ini tentu sangat cocok dengan budaya yang ada di masyarakat tempat pelaksanaan KKM, terutama para siswi MI Miftahul Jadid yang sudah tidak asing dengan tarian ini. Pemateri juga mengenalkan tentang "Festival Gandrung Sewu", sebuah tradisi yang wajib ditampilkan dalam rangkaian acara Hari Jadi Banyuwangi setiap bulan Oktober yang bertempat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi.  Seminar ini kemudian ditutup dengan penampilan Tari Gandrung oleh kak Atina. Tidak hanya berhenti disitu, dengan adanya seminar Tari Gandrung ini juga memberikan peluang kepada para siswi MI Miftahul Jadid untuk mengikuti pelatihan tari yang akan dilaksanakan setiap minggunya di posko KKM, yang mana tari ini nantinya akan ditampilkan saat malam puncak perpisahan kegiatan KKM. Kemudian rangkaian acara dilanjutkan dengan sosialisasi anti bullying,yang juga menjadi sesi inti dari kegiatan ini. Materi anti bullying disampaikan oleh Kak Akbar dan Kak Oliv. Sebelum masuk ke materi inti, para siswa terlebih dahulu diputarkan film pendek yang menceritakan tentang bullying. Hal ini dimaksudkan supaya para siswa tahu mengenai gambaran bullying dan apa dampak buruk yang ditimbulkannya. Terdapat beberapa poin penting mengenai materi yang disampaikan, diantaranya adalah pengertian bullying, ciri-ciri bullying, jenis-jenis bullying meliputi bullying fisik, bullying verbal, bullying sosial, dan cyber bullying, dan upaya pencegahan bullying.  Di sela-sela penyampaian materi, Kak Akbar dan Kak Oliv juga memberikan beberapa kuis sederhana yang berkaitan dengan tema bullying. Para siswa yang berhasil menjawab dengan benar diberikan hadiah. Sebelum mengakhiri materi, para siswa juga diberikan kesempatan untuk menuliskan tentang perasaan ataupun kisah mereka yang pernah menjadi korban bullying dalam secarik kertas.  Tidak sedikit siswa yang mau untuk berbagi cerita kepada kakak-kakak mahasiswa KKM UIN Malang. Bahkan ada beberapa dari mereka yang menangis ketika teringat perundungan yang dulu pernah dialami.  Mahasiswa KKM juga memberikan apresiasi kepada anak-anak yang sudah berani untuk bercerita dengan memberikan hadiah. Suasana yang semula ceria menjadi sedikit sedih dan sendu.  Hal ini menunjukkan bahwa ternyata dampak buruk dari bullying memang benar adanya, tidak hanya menyerang fisik, namun mental dari si korban bullying juga akan terkena imbasnya. Setelah dirasa cukup waktu untuk bercerita, acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Masing-masing siswa terdiri dari 3 orang berfoto dengan menggunakan twibbon bertuliskan "stop bullying". Tidak hanya dokumentasi semata guna mengabadikan sebuah moment, hal ini juga dimasudkan sebagai upaya atau tindakan nyata untuk menolak segala bentuk perundungan.  Dengan terlaksananya kegiatan ini, menjadi salah satu bukti akan kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam memberikan edukasi tentang pentingnya penanaman pendidikan karakter anak sedari dini. Besar harapan kami kepada mereka supaya belajar untuk saling menghargai dan menghormati sesama, menghindari perundungan, dan mau berteman dengan siapapun tanpa membeda-membedakan antara satu sama lain.