6 days ago

Ruang Senandika: Mengukir Jejak, Merajut Asa dalam Penutupan KKM di Desa Pojok Klitih

Header Image
ALIFIATUN NABILLAH

230103110025 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.518

POJOK KLITIH, Kec. Plandaan 5 mei 2026 Kuliah Kerja Nyata (KKM) merupakan fase di mana teori akademik berbenturan dengan realitas sosial. Setelah menjalani masa pengabdian selama 30 hari, tim mahasiswa KKM UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG resmi menutup rangkaian program kerja mereka yang bertajuk “Ruang Senandika”.



Berbeda dengan program pengabdian pada umumnya yang hanya berfokus pada pembangunan fisik, “Ruang Senandika” yang di cetuskan kini hadir sebagai wadah pertukaran ide dan perasaan antara mahasiswa dengan masyarakat local, mulai dari anak sekolah dasar hingga pemuda bahkan orang tua ikut serta dalam mendukung proses selama menjalankan program-program yang ada.



Filosofi di Balik Nama



Menurut Ketua Unit KKM, Alfinoza Rolis, pemilihan nama Senandika yang berarti wacana dengan diri sendiri dipilih karena program ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Desa Pojok Klitih.



1



Senandika Bersama Warga Desa



“Kami tidak ingin sekadar datang dan pergi. Ruang Senandika adalah upaya kami untuk mendengar suara hati masyarakat, memahami keresahan mereka, dan bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan dan pada akhirnya kami mencetuskan nama yang dimana nama itulah yang dapat digunakan sebagai ruang untuk Masyarakat terkhusus pada pendidikan” ujarnya dalam sambutan penutupan.



Program Unggulan yang Terlaksana



Selama masa pengabdian, tim KKM berhasil merealisasikan beberapa program strategis, di antaranya:



1. Pojok Literasi: Pembangunan (ruang senandika) atau taman baca yang inklusif bagi anak-anak desa guna meningkatkan minat baca sejak dini mulai dari pembelajaran keagamaan, akademik maupun non akademik.



2. Serbasana ( sesrawungan bareng senandika ) : Program penghijauan dan edukasi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga serta melakukan kerja bakti Bersama.



2



Taman Baca dan Ruang Diskusi Interaktif



3



Edukasi Pengelolaan Limbah dan Bounding Bersama Masyarakat



Kesan dari Masyarakat



Kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri bagi warga Desa pojok klitih. Ibu Luluk Ismiyatin, selaku salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan banyak rasa terima kasihnya.



“Mahasiswa bukan lagi tamu, tapi sudah seperti keluarga. Melalui program program yang dibuat oleh mahasiswa terutama Ruang Senandika, banyak anak di desa kami yang kini lebih berani bermimpi mulai dari akademiknya, non akademiknya maupun dari keagamaannya dan banyak pemuda sekarang ikut turut aktif dalam kegiatan di desa ” tuturnya.



4



Ruang Senandika mungkin telah ditutup secara formal, namun semangat kolaborasi dan refleksi yang ditinggalkan akan terus bergema di setiap sudut Desa Pojok Klitih. Mahasiswa kini pulang membawa bukan hanya nilai di transkrip, tapi pelajaran hidup yang tidak ditemukan di ruang kelas.


6 days ago

Ruang Senandika: Mengukir Jejak, Merajut Asa dalam Penutupan KKM di Desa Pojok Klitih

Header Image
RIZKY NUR HALIZAH

230103110007 • KKM Unggulan Fakultatif • G.518

POJOK KLITIH, Kec. Plandaan 5 mei 2026 Kuliah Kerja Nyata (KKM) merupakan fase di mana teori akademik berbenturan dengan realitas sosial. Setelah menjalani masa pengabdian selama 30 hari, tim mahasiswa KKM UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG resmi menutup rangkaian program kerja mereka yang bertajuk “Ruang Senandika”.



Berbeda dengan program pengabdian pada umumnya yang hanya berfokus pada pembangunan fisik, “Ruang Senandika” yang di cetuskan kini hadir sebagai wadah pertukaran ide dan perasaan antara mahasiswa dengan masyarakat local, mulai dari anak sekolah dasar hingga pemuda bahkan orang tua ikut serta dalam mendukung proses selama menjalankan program-program yang ada.



Filosofi di Balik Nama



Menurut Ketua Unit KKM, Alfinoza Rolis, pemilihan nama Senandika yang berarti wacana dengan diri sendiri dipilih karena program ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Desa Pojok Klitih.



1



“Kami tidak ingin sekadar datang dan pergi. Ruang Senandika adalah upaya kami untuk mendengar suara hati masyarakat, memahami keresahan mereka, dan bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan dan pada akhirnya kami mencetuskan nama yang dimana nama itulah yang dapat digunakan sebagai ruang untuk Masyarakat terkhusus pada pendidikan” ujarnya dalam sambutan penutupan.



Program Unggulan yang Terlaksana



Selama masa pengabdian, tim KKM berhasil merealisasikan beberapa program strategis, di antaranya:



1. Pojok Literasi: Pembangunan (ruang senandika) atau taman baca yang inklusif bagi anak-anak desa guna meningkatkan minat baca sejak dini mulai dari pembelajaran keagamaan, akademik maupun non akademik.



2. Serbasana ( sesrawungan bareng senandika ) : Program penghijauan dan edukasi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga serta melakukan kerja bakti Bersama.



2



Kesan dari Masyarakat



Kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri bagi warga Desa pojok klitih. Ibu Luluk Ismiyatin, selaku salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan banyak rasa terima kasihnya.



“Mahasiswa bukan lagi tamu, tapi sudah seperti keluarga. Melalui program program yang dibuat oleh mahasiswa terutama Ruang Senandika, banyak anak di desa kami yang kini lebih berani bermimpi mulai dari akademiknya, non akademiknya maupun dari keagamaannya dan banyak pemuda sekarang ikut turut aktif dalam kegiatan di desa ” tuturnya.



Ruang Senandika mungkin telah ditutup secara formal, namun semangat kolaborasi dan refleksi yang ditinggalkan akan terus bergema di setiap sudut Desa Pojok Klitih. Mahasiswa kini pulang membawa bukan hanya nilai di transkrip, tapi pelajaran hidup yang tidak ditemukan di ruang kelas.


6 days ago

Ruang Senandika: Mengukir Jejak, Merajut Asa dalam Penutupan KKM di Desa Pojok Klitih

Header Image
WAFFIQ ZULFATILLAH

230103110026 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.518

POJOK KLITIH, Kec. Plandaan 5 mei 2026 Kuliah Kerja Nyata (KKM) merupakan fase di mana teori akademik berbenturan dengan realitas sosial. Setelah menjalani masa pengabdian selama 30 hari, tim mahasiswa KKM UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG resmi menutup rangkaian program kerja mereka yang bertajuk “Ruang Senandika”.



Ruang Senandika: Mengukir Jejak, Merajut Asa dalam Penutupan KKM di Desa Pojok KlitihBerbeda dengan program pengabdian pada umumnya yang hanya berfokus pada pembangunan fisik, “Ruang Senandika” yang di cetuskan kini hadir sebagai wadah pertukaran ide dan perasaan antara mahasiswa dengan masyarakat local, mulai dari anak sekolah dasar hingga pemuda bahkan orang tua ikut serta dalam mendukung proses selama menjalankan program-program yang ada.



Filosofi di Balik Nama



Menurut Ketua Unit KKM, Alfinoza Rolis, pemilihan nama Senandika yang berarti wacana dengan diri sendiri dipilih karena program ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Desa Pojok Klitih.



“Kami tidak ingin sekadar datang dan pergi. Ruang Senandika adalah upaya kami untuk mendengar suara hati masyarakat, memahami keresahan mereka, dan bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan dan pada akhirnya kami mencetuskan nama yang dimana nama itulah yang dapat digunakan sebagai ruang untuk Masyarakat terkhusus pada pendidikan” ujarnya dalam sambutan penutupan.



Program Unggulan yang Terlaksana



Selama masa pengabdian, tim KKM berhasil merealisasikan beberapa program strategis, di antaranya:



1. Pojok Literasi: Pembangunan (ruang senandika) atau taman baca yang inklusif bagi anak-anak desa guna meningkatkan minat baca sejak dini mulai dari pembelajaran keagamaan, akademik maupun non akademik.



2. Serbasana ( sesrawungan bareng senandika ) : Program penghijauan dan edukasi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga serta melakukan kerja bakti Bersama



Kesan dari Masyarakat



Kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri bagi warga Desa pojok klitih. Ibu Luluk Ismiyatin, selaku salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan banyak rasa terima kasihnya.



 



“Mahasiswa bukan lagi tamu, tapi sudah seperti keluarga. Melalui program program yang dibuat oleh mahasiswa terutama Ruang Senandika, banyak anak di desa kami yang kini lebih berani bermimpi mulai dari akademiknya, non akademiknya maupun dari keagamaannya dan banyak pemuda sekarang ikut turut aktif dalam kegiatan di desa ” tuturnya.



Ruang Senandika mungkin telah ditutup secara formal, namun semangat kolaborasi dan refleksi yang ditinggalkan akan terus bergema di setiap sudut Desa Pojok Klitih. Mahasiswa kini pulang membawa bukan hanya nilai di transkrip, tapi pelajaran hidup yang tidak ditemukan di ruang kelas.



 



Kontak Media:



 



Moch. Rizal Efendi, Salman Alfaris / Divisi Humas KKM



+62 813xxxxxxxx / senandika00@gmail.com



Instagram: @am.senandika_


6 days ago

Ruang Senandika: Mengukir Jejak, Merajut Asa dalam Penutupan KKM di Desa Pojok Klitih

Header Image
ALFI NOZA ROLIS ARDIAYASA

230101110212 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.527

POJOK KLITIH, Kec. Plandaan 5 mei 2026 Kuliah Kerja Nyata (KKM) merupakan fase di mana teori akademik berbenturan dengan realitas sosial. Setelah menjalani masa pengabdian selama 30 hari, tim mahasiswa KKM UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG resmi menutup rangkaian program kerja mereka yang bertajuk “Ruang Senandika”.



Berbeda dengan program pengabdian pada umumnya yang hanya berfokus pada pembangunan fisik, “Ruang Senandika” yang di cetuskan kini hadir sebagai wadah pertukaran ide dan perasaan antara mahasiswa dengan masyarakat local, mulai dari anak sekolah dasar hingga pemuda bahkan orang tua ikut serta dalam mendukung proses selama menjalankan program-program yang ada.



Filosofi di Balik Nama



Menurut Ketua Unit KKM, Alfinoza Rolis, pemilihan nama Senandika yang berarti wacana dengan diri sendiri dipilih karena program ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Desa Pojok Klitih.



 



Kami tidak ingin sekadar datang dan pergi. Ruang Senandika adalah upaya kami untuk mendengar suara hati masyarakat, memahami keresahan mereka, dan bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan dan pada akhirnya kami mencetuskan nama yang dimana nama itulah yang dapat digunakan sebagai ruang untuk Masyarakat terkhusus pada pendidikan” ujarnya dalam sambutan penutupan.



Program Unggulan yang Terlaksana



Selama masa pengabdian, tim KKM berhasil merealisasikan beberapa program strategis, di antaranya:



1. Pojok Literasi: Pembangunan (ruang senandika) atau taman baca yang inklusif bagi anak-anak desa guna meningkatkan minat baca sejak dini mulai dari pembelajaran keagamaan, akademik maupun non akademik.



2. Serbasana ( sesrawungan bareng senandika ) : Program penghijauan dan edukasi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga serta melakukan kerja bakti Bersama.



Kesan dari Masyarakat



Kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri bagi warga Desa pojok klitih. Ibu Luluk Ismiyatin, selaku salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan banyak rasa terima kasihnya.



“Mahasiswa bukan lagi tamu, tapi sudah seperti keluarga. Melalui program program yang dibuat oleh mahasiswa terutama Ruang Senandika, banyak anak di desa kami yang kini lebih berani bermimpi mulai dari akademiknya, non akademiknya maupun dari keagamaannya dan banyak pemuda sekarang ikut turut aktif dalam kegiatan di desa ” tuturnya.



Ruang Senandika mungkin telah ditutup secara formal, namun semangat kolaborasi dan refleksi yang ditinggalkan akan terus bergema di setiap sudut Desa Pojok Klitih. Mahasiswa kini pulang membawa bukan hanya nilai di transkrip, tapi pelajaran hidup yang tidak ditemukan di ruang kelas.



 



 


6 days ago

Ruang Senandika: Mengukir Jejak, Merajut Asa dalam Penutupan KKM di Desa Pojok Klitih

Header Image
ULFA MAKHIYATUL MUKAROMAH

230103110029 • KKM Unggulan Fakultatif • G.527

POJOK KLITIH, Kec. Plandaan 5 Mei 2026 Kuliah Kerja Nyata (KKM) merupakan fase di mana teori akademik berbenturan dengan realitas sosial. Setelah menjalani masa pengabdian selama 30 hari, tim mahasiswa KKM UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG resmi menutup rangkaian program kerja mereka yang bertajuk “Ruang Senandika”.



 



Berbeda dengan program yang dipersembahkan pada umumnya yang hanya fokus pada pembangunan fisik, “Ruang Senandika” yang dicetuskan kini hadir sebagai wadah pertukaran ide dan perasaan antara pelajar dengan lokal, mulai dari anak sekolah dasar masyarakat hingga pemuda bahkan orang tua ikut serta dalam mendukung proses selama menjalankan program-program yang ada.



 



Filosofi di Balik Nama



 



Menurut Ketua Unit KKM, Alfinoza Rolis, pemilihan nama Senandika yang berarti wacana dengan diri sendiri dipilih karena program ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Desa Pojok Klitih.



 



“Kami tidak hanya sekedar datang dan pergi. Ruang Senandika adalah upaya kami untuk mendengar suara hati, memahami keresahan mereka, dan bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan dan pada akhirnya kami mencetuskan nama yang dimana nama itulah yang dapat digunakan sebagai ruang untuk Masyarakat terkhusus pada pendidikan” makanya dalam Berbagai penutupan.



 



Program Unggulan yang Terlaksana



 



Selama masa pengabdiannya, tim KKM berhasil merealisasikan beberapa strategi program, di antaranya:



 



1. Pojok Literasi: Pembangunan (ruang senandika) atau taman baca yang inklusif bagi anak-anak desa guna meningkatkan minat baca sejak dini mulai dari pembelajaran keagamaan, akademik maupun non akademik.



2. Serbasana ( sesrawungan bareng senandika ) : Program penghijauan dan edukasi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga serta melakukan kerja bakti Bersama.



 



Kesan dari Masyarakat



 



Kehadiran siswa memberikan warna tersendiri bagi warga Desa pojok klitih. Ibu Luluk Ismiyatin, selaku salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan banyak rasa terima kasihnya.



 



“Mahasiswa bukan lagi tamu, tapi sudah seperti keluarga. Melalui program program yang dibuat oleh pelajar terutama Ruang Senandika, banyak anak di desa kami yang kini lebih berani bermimpi mulai dari akademiknya, non akademiknya maupun dari keagamaannya dan banyak pemuda ikut sekarang ikut aktif dalam kegiatan di desa” tuturnya.



 



Ruang Senandika mungkin telah ditutup secara formal, namun semangat kolaborasi dan refleksi yang ditinggalkan akan terus menggema di setiap sudut Desa Pojok Klitih. Siswa kini pulang membawa bukan hanya nilai di transkrip, tapi pelajaran hidup yang tidak ditemukan di ruang kelas.



 



Kontak Media:



 



Moch. Rizal Efendi, Salman Alfaris/Divisi Humas KKM



+62 813xxxxxxxx / senandika00@gmail.com



Instagram: @am.senandika_


6 days ago

Ruang Senandika: Mengukir Jejak, Merajut Asa dalam Penutupan KKM di Desa Pojok Klitih

Header Image
SALMA AULIA AZAHRA

230101110221 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.527

POJOK KLITIH, Kec. Plandaan 5 mei 2026 Kuliah Kerja Nyata (KKM) merupakan fase di mana teori akademik berbenturan dengan realitas sosial. Setelah menjalani masa pengabdian selama 30 hari, tim mahasiswa KKM UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG resmi menutup rangkaian program kerja mereka yang bertajuk “Ruang Senandika”.



 



Berbeda dengan program pengabdian pada umumnya yang hanya berfokus pada pembangunan fisik, “Ruang Senandika” yang di cetuskan kini hadir sebagai wadah pertukaran ide dan perasaan antara mahasiswa dengan masyarakat local, mulai dari anak sekolah dasar hingga pemuda bahkan orang tua ikut serta dalam mendukung proses selama menjalankan program-program yang ada.



 



Filosofi di Balik Nama



 



Menurut Ketua Unit KKM, Alfinoza Rolis, pemilihan nama Senandika yang berarti wacana dengan diri sendiri dipilih karena program ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Desa Pojok Klitih.



 



“Kami tidak ingin sekadar datang dan pergi. Ruang Senandika adalah upaya kami untuk mendengar suara hati masyarakat, memahami keresahan mereka, dan bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan dan pada akhirnya kami mencetuskan nama yang dimana nama itulah yang dapat digunakan sebagai ruang untuk Masyarakat terkhusus pada pendidikan” ujarnya dalam sambutan penutupan.



 



Program Unggulan yang Terlaksana



 



Selama masa pengabdian, tim KKM berhasil merealisasikan beberapa program strategis, di antaranya:



 



1. Pojok Literasi: Pembangunan (ruang senandika) atau taman baca yang inklusif bagi anak-anak desa guna meningkatkan minat baca sejak dini mulai dari pembelajaran keagamaan, akademik maupun non akademik.



2. Serbasana ( sesrawungan bareng senandika ) : Program penghijauan dan edukasi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga serta melakukan kerja bakti Bersama.



 



Kesan dari Masyarakat



 



Kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri bagi warga Desa pojok klitih. Ibu Luluk Ismiyatin, selaku salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan banyak rasa terima kasihnya.



 



“Mahasiswa bukan lagi tamu, tapi sudah seperti keluarga. Melalui program program yang dibuat oleh mahasiswa terutama Ruang Senandika, banyak anak di desa kami yang kini lebih berani bermimpi mulai dari akademiknya, non akademiknya maupun dari keagamaannya dan banyak pemuda sekarang ikut turut aktif dalam kegiatan di desa ” tuturnya.



 



Ruang Senandika mungkin telah ditutup secara formal, namun semangat kolaborasi dan refleksi yang ditinggalkan akan terus bergema di setiap sudut Desa Pojok Klitih. Mahasiswa kini pulang membawa bukan hanya nilai di transkrip, tapi pelajaran hidup yang tidak ditemukan di ruang kelas.



 



Kontak Media:



 



Moch. Rizal Efendi, Salman Alfaris / Divisi Humas KKM



+62 813xxxxxxxx / senandika00@gmail.com



Instagram: @am.senandika_


6 days ago

Ruang Senandika: Mengukir Jejak, Merajut Asa dalam Penutupan KKM di Desa Pojok Klitih

Header Image
MARSAA DHIFAAF INA UMNIYYAH

230103110110 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.527

POJOK KLITIH, Kec. Plandaan 5 mei 2026 Kuliah Kerja Nyata (KKM) merupakan fase di mana teori akademik berbenturan dengan realitas sosial. Setelah menjalani masa pengabdian selama 30 hari, tim mahasiswa KKM UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG resmi menutup rangkaian program kerja mereka yang bertajuk “Ruang Senandika”.



Berbeda dengan program pengabdian pada umumnya yang hanya berfokus pada pembangunan fisik, “Ruang Senandika” yang di cetuskan kini hadir sebagai wadah pertukaran ide dan perasaan antara mahasiswa dengan masyarakat local, mulai dari anak sekolah dasar hingga pemuda bahkan orang tua ikut serta dalam mendukung proses selama menjalankan program-program yang ada.



Filosofi di Balik Nama



Menurut Ketua Unit KKM, Alfinoza Rolis, pemilihan nama Senandika yang berarti wacana dengan diri sendiri dipilih karena program ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Desa Pojok Klitih.



https://siaran-berita.com/ruang-senandika-mengukir-jejak-merajut-asa-dalam-penutupan-kkm-di-desa-pojok-klitih/


4 days ago

Ruang Senandika: Mengukir Jejak, Merajut Asa dalam Penutupan KKM di Desa Pojok Klitih

Header Image
MOCH. RIZAL EFENDI

230103110089 • KKM Unggulan Internasional • G.527

POJOK KLITIH, Kec. Plandaan 5 mei 2026 Kuliah Kerja Nyata (KKM) merupakan fase di mana teori akademik berbenturan dengan realitas sosial. Setelah menjalani masa pengabdian selama 30 hari, tim mahasiswa KKM UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG resmi menutup rangkaian program kerja mereka yang bertajuk “Ruang Senandika”.



Berbeda dengan program pengabdian pada umumnya yang hanya berfokus pada pembangunan fisik, “Ruang Senandika” yang di cetuskan kini hadir sebagai wadah pertukaran ide dan perasaan antara mahasiswa dengan masyarakat local, mulai dari anak sekolah dasar hingga pemuda bahkan orang tua ikut serta dalam mendukung proses selama menjalankan program-program yang ada.



Filosofi di Balik Nama



Menurut Ketua Unit KKM, Alfinoza Rolis, pemilihan nama Senandika yang berarti wacana dengan diri sendiri dipilih karena program ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Desa Pojok Klitih.



1



Senandika Bersama Warga Desa



“Kami tidak ingin sekadar datang dan pergi. Ruang Senandika adalah upaya kami untuk mendengar suara hati masyarakat, memahami keresahan mereka, dan bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan dan pada akhirnya kami mencetuskan nama yang dimana nama itulah yang dapat digunakan sebagai ruang untuk Masyarakat terkhusus pada pendidikan” ujarnya dalam sambutan penutupan.



Program Unggulan yang Terlaksana



Selama masa pengabdian, tim KKM berhasil merealisasikan beberapa program strategis, di antaranya:



1. Pojok Literasi: Pembangunan (ruang senandika) atau taman baca yang inklusif bagi anak-anak desa guna meningkatkan minat baca sejak dini mulai dari pembelajaran keagamaan, akademik maupun non akademik.



2. Serbasana ( sesrawungan bareng senandika ) : Program penghijauan dan edukasi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga serta melakukan kerja bakti Bersama.



2



Taman Baca dan Ruang Diskusi Interaktif



3



Edukasi Pengelolaan Limbah dan Bounding Bersama Masyarakat



Kesan dari Masyarakat



Kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri bagi warga Desa pojok klitih. Ibu Luluk Ismiyatin, selaku salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan banyak rasa terima kasihnya.



“Mahasiswa bukan lagi tamu, tapi sudah seperti keluarga. Melalui program program yang dibuat oleh mahasiswa terutama Ruang Senandika, banyak anak di desa kami yang kini lebih berani bermimpi mulai dari akademiknya, non akademiknya maupun dari keagamaannya dan banyak pemuda sekarang ikut turut aktif dalam kegiatan di desa ” tuturnya.



4



Ruang Senandika mungkin telah ditutup secara formal, namun semangat kolaborasi dan refleksi yang ditinggalkan akan terus bergema di setiap sudut Desa Pojok Klitih. Mahasiswa kini pulang membawa bukan hanya nilai di transkrip, tapi pelajaran hidup yang tidak ditemukan di ruang kelas.



Kontak Media:



Moch. Rizal Efendi, Salman Alfaris / Divisi Humas KKM

+62 813xxxxxxxx / senandika00@gmail.com

Instagram: @am.senandika_