3 months ago

RUTINAN TAHLIL BERSAMA IBU-IBU DESA: Jejak Spiritualitas di Balik Kerukunan Warga Dusun Umbul Rejo, Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan

Header Image
BELLA CHUSNUL CHOTIMAH

230202110171 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.87

Kehadiran kami dalam pengabdian KKM di Desa Sidodadi menemukan makna terdalamnya saat kami turut serta dalam kegiatan tahlil rutin bersama ibu-ibu di Dusun Umbul Rejo. Begitu memasuki kediaman warga, kami langsung disuguhi kehangatan melalui aroma sajian khas desa dan sambutan ramah dari ibu-ibu yang telah duduk melingkar dengan penuh keakraban. Suasana berubah menjadi sangat khusyuk ketika gema selawat dan rangkaian doa tahlil mulai dilantunkan secara bersama-sama, menghadirkan ketenangan batin yang selaras dengan sejuknya atmosfer Kecamatan Gedangan.



Bagi kami, keterlibatan ini jauh melampaui tuntutan program kerja mahasiswa; ini adalah sebuah perjalanan emosional untuk memahami bagaimana tradisi religius mampu bertransformasi menjadi fondasi sosial yang sangat solid. Di sela-sela kekhidmatan doa, ruang dialog terbuka lebar melalui obrolan santai dan santap bersama yang penuh rasa kekeluargaan, yang secara perlahan menghapus jarak antara mahasiswa dan warga setempat.



Partisipasi Rutinan Tahlil ini memberikan kami perspektif baru mengenai struktur sosial pedesaan yang ternyata dibangun atas dasar gotong royong yang tulus. Kami melihat bagaimana ibu-ibu di Dusun Umbul Rejo secara swadaya saling membantu dalam persiapan acara, menunjukkan bahwa tahlilan bukan hanya tentang aspek spiritualitas personal, melainkan juga bentuk nyata ketahanan sosial.



Peristiwa ini memberikan pelajaran berharga yang sangat membekas bahwa inti dari harmoni hidup bertetangga adalah ketulusan untuk saling peduli, saling mendoakan, dan menjaga silaturahmi di tengah gempuran modernitas. Ini adalah bentuk kearifan lokal autentik yang nilainya jauh lebih besar dan lebih bermakna daripada sekadar teori-teori sosiologi yang kami pelajari di dalam ruang kelas formal manapun, sebuah bekal moral yang akan terus kami bawa bahkan setelah masa KKM ini berakhir.