Dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah dan membangun karakter anak yang religius, RA Al Jihad mengadakan kegiatan rutin Safari Dhuha yang dilaksanakan pada hari Kamis, 17 April 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan sekolah dalam upaya memperkenalkan praktik ibadah sejak dini kepada anak-anak usia taman kanak-kanak.
Kegiatan Safari Dhuha dilaksanakan di lingkungan sekolah yang telah disiapkan sedemikian rupa agar nyaman dan mendukung suasana ibadah. Anak-anak datang ke sekolah dengan penuh semangat, mengenakan pakaian muslim rapi dan membawa perlengkapan salat masing-masing. Tampak keceriaan dan antusiasme terpancar dari wajah-wajah polos mereka, yang sudah tak sabar untuk mengikuti kegiatan hari itu.
Salat Dhuha Berjamaah: Langkah Awal Menjadi Hamba yang Bersyukur
Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala RA Al Jihad, Ibu Antakuna Sholikhah, ST, S.Pd, M.Pd, yang mengingatkan pentingnya membiasakan anak melaksanakan salat Dhuha sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan setiap hari.
Setelah itu, para guru mendampingi anak-anak untuk berwudu dengan tertib, sambil membimbing mereka mengucapkan doa wudu dan mencontohkan cara wudu yang benar. Proses ini menjadi bagian penting dari pembelajaran, karena anak-anak tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi langsung mempraktikkan tata cara bersuci sebelum salat.
Dengan berbaris rapi di atas sajadah masing-masing, anak-anak melaksanakan salat Dhuha dua rakaat secara berjamaah. Suasana khusyuk tercipta, meski diiringi suara kecil dan celoteh khas anak-anak. Namun justru di situlah letak keindahan pendidikan dini—dari kebiasaan yang sederhana, anak-anak mulai belajar nilai-nilai ibadah dan kedisiplinan.
Tausiyah dan Cerita Islami: Menghidupkan Iman dalam Jiwa Anak
Usai salat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tausiyah singkat. Ibu Lili Nurliati menyampaikan materi ringan namun sarat makna mengenai keutamaan salat Dhuha. Anak-anak diajak merenungkan bahwa dengan melaksanakan salat Dhuha, kita sedang meminta rezeki, keberkahan, dan pertolongan dari Allah SWT.
Untuk menambah semangat, tausiyah diselingi dengan kisah inspiratif dari Nabi Muhammad SAW serta kisah para sahabat yang rajin menunaikan salat sunnah. Cerita disampaikan dengan gaya bercerita yang interaktif, lengkap dengan ekspresi dan intonasi yang membuat anak-anak betah dan fokus mendengarkan.
Sesi Interaktif dan Edukasi Karakter
Tak hanya mendengar, anak-anak juga diajak berinteraksi melalui sesi tanya jawab sederhana seperti:
- “Siapa yang tahu berapa rakaat salat Dhuha?”
- “Apa yang kita baca saat rukuk?”
- “Siapa yang suka salat bersama ayah atau ibu di rumah?”
Sesi ini bukan hanya untuk menguji pemahaman, tapi juga untuk melatih kepercayaan diri anak dalam menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan di depan teman-temannya.
Sarapan Bersama: Menumbuhkan Kebersamaan dan Syukur
Setelah rangkaian ibadah selesai, anak-anak, guru, dan beberapa orang tua yang hadir berkumpul untuk menikmati sarapan bersama. Menu sederhana namun bergizi disediakan oleh pihak sekolah maupun kontribusi orang tua. Momen ini menjadi ajang mempererat hubungan antara guru, siswa, dan keluarga, serta menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan saling berbagi.
Harapan dan Komitmen ke Depan
RA Al Jihad percaya bahwa menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini merupakan pondasi penting dalam membentuk pribadi anak yang shalih dan shalihah. Kegiatan Safari Dhuha menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan karakter berbasis spiritual yang menyenangkan dan bermakna.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi kebiasaan baik yang terus dibawa anak-anak hingga dewasa nanti. Salat bukan hanya kewajiban, tapi juga kebutuhan ruhani yang menenangkan jiwa,” ujar Ibu [Antakuna Sholikhah] di akhir acara.
Dengan adanya Safari Dhuha, RA Al Jihad tidak hanya mengajarkan huruf dan angka, tapi juga nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal bagi anak-anak menghadapi masa depan dengan iman, akhlak, dan kebijaksanaan.
https://www.kompasiana.com/nilaambarwati9598/683140b9ed6415682c3a8802/safari-dhuha-di-ra-al-jihad-membentuk-krakter-islam-sejak-usia-dini