Sarasehan Budaya Pemuda dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Januari 2026 di Balai Desa Wringinanom dengan tema Nguri-uri Kabudayaan Jawa: Antara Tradisi, Budaya, Identitas, dan Tantangan Zaman. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang dialog edukatif bagi para pemuda yang melibatkan warga setempat dan mahasiswa KKM lintas kelompok, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran kolektif dalam melestarikan nilai-nilai budaya Jawa sebagai identitas lokal di tengah dinamika perkembangan zaman.
Acara dimulai dengan penyanyian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh rekan KKM 40 Satyakarsa bersama oleh seluruh peserta. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Kepala Desa Wringinanom Bapak Ahmad Muslimin yang memberikan apresiasi terhadap inisiatif pemuda dalam melestarikan budaya lokal, perwakilan Gubuk Republik Gus Irul yang menyampaikan pentingnya peran pemuda dalam gerakan budaya, dan perwakilan Karang Taruna Kak Ilham yang mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan. Setelah rangkaian sambutan selesai, doa dipanjatkan bersama untuk memulai acara dengan lancar.
Memasuki sesi penunjang acara, dilakukan penampilan monolog yang menggugah semangat peserta, dilanjutkan dengan penampilan puisi berantai dari KKM 40 Satyakarsa Wringinanom. Kemudian, acara memasuki inti kegiatan dengan penyajian materi mendalam mengenai nguri-uri kabudayaan Jawa, tradisi, budaya, identitas, dan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman. Penyajian materi ini dimoderatori oleh Kak Dani Sanaya dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang melibatkan partisipasi aktif dari peserta, memberikan kesempatan kepada mereka untuk berbagi pemikiran, pengalaman, dan pandangan mengenai isu-isu budaya yang diangkat. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan berhasil menciptakan kesadaran bersama tentang pentingnya pelestarian budaya Jawa.