2 months ago

Satu Kata Bisa Menyakiti: KKN Ardhacitta 36 Edukasi Stop Bullying di SDN 01 Belung & MI Kh. Romly Tamim

Header Image
SITI DWI NURYANI

230302110167 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.36

(21/01/2026) Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa, KKM 36 Ardhacitta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Stop Bullying pada tanggal 20–21 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di MI KH. Romly Tamim dan SDN 01 Belung, dengan sasaran siswa-siswi di kedua sekolah tersebut. 'Program ini diinisiasi oleh Rio Zidan Maulana Azis dan Siti Dwi Nuryani sebagai penanggung jawab kegiatan. Sosialisasi ini bertujuan membantu siswa memahami bahaya bullying sejak dini, menumbuhkan kesadaran untuk saling menghargai, serta mendorong keberanian dalam mengekspresikan perasaan secara sehat.Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai apa itu bullying, bentuk-bentuknya, serta dampak yang bisa ditimbulkan baik bagi korban maupun pelaku. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Anak-anak diajak menyadari bahwa tindakan mengejek, merendahkan, atau mengucilkan teman bukanlah hal yang wajar maupun dapat dibenarkan. Sesi berikutnya menjadi momen yang cukup reflektif. Siswa diminta menuliskan perasaan mereka seolah-olah berada di posisi korban bullying. Melalui metode ini, mereka belajar memahami sudut pandang orang lain dan menyadari bahwa setiap perkataan memiliki dampak. Beberapa siswa tampak serius menuliskan isi hati mereka, sementara yang lain mulai berani berbagi pendapat saat sesi diskusi berlangsung.Sebagai penutup, kegiatan dilengkapi dengan pemutaran video edukasi anti-bullying yang memberikan gambaran nyata tentang dampak perundungan serta pentingnya kepedulian antar teman. Video tersebut menjadi penguat bahwa menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya tugas guru, tetapi juga tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, terlihat adanya perubahan cara pandang siswa terhadap tindakan mengejek atau merendahkan teman. Mereka mulai memahami bahwa empati adalah kunci dalam membangun pertemanan yang sehat.Bagi mahasiswa KKM 36 Ardhacitta, kegiatan ini bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa lingkungan yang nyaman dimulai dari hal-hal sederhana: menghargai, mendengarkan, dan tidak menyakiti. Harapannya, pesan yang disampaikan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terus tumbuh dalam keseharian siswa di sekolah maupun di luar sekolah.