3 months ago

Sehat, Cerita, dan Kebersamaan di Balik Jalan Pagi KKM

Header Image
KELVI EKA AQURNIANINGTYAS

230703110085 • KKM Unggulan Fakultatif • G.220

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan menjadi salah satu momen berharga bagi mahasiswa program studi Farmasi dan Kedokteran untuk terjun langsung ke masyarakat. Pada KKM kali ini, sasaran kegiatan adalah Calon Jamaah Haji (CJH), dengan tujuan memberikan bekal kesehatan dan pengetahuan seputar haji sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kelompok 21 mendapat kesempatan mendampingi pasangan CJH, yaitu Bapak Kartoyo dan Ibu Suyanti. Selama pelaksanaan KKM, kelompok kami menjalankan beberapa program intervensi, mulai dari edukasi kesehatan, pendampingan aktivitas fisik, hingga pemeriksaan kesehatan rutin. Dari berbagai kegiatan tersebut, salah satu program yang paling berkesan dan menarik adalah jalan pagi bersama.



Jalan pagi ini tidak sekadar aktivitas fisik biasa. Bersama Bapak Kartoyo dan Ibu Suyanti, kelompok 21 menempuh jarak kurang lebih 7,5 kilometer dengan rute yang cukup menantang, yakni menuju Coban Talun hingga Puncak Kalindra. Aktivitas ini dirancang untuk melatih kebugaran fisik CJH, mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang baik, terutama saat berjalan jauh. Suasana jalan pagi berlangsung santai dan penuh semangat. Sepanjang perjalanan, kami saling berbincang, berbagi cerita, dan sesekali beristirahat untuk menikmati alam sekitar. Namun, ada satu momen yang menjadi cerita lucu dan tak terlupakan. Alih-alih melewati jalur umum yang biasa digunakan wisatawan, kami justru melewati jalan yang jarang dilewati orang, dengan medan yang cukup sulit dan akses yang tidak terlalu jelas.



Di sinilah peran "tour guide dadakan" kami muncul. Bapak Kartoyo, yang ternyata sudah terbiasa mendaki dan memiliki hobi menjelajah alam, dengan percaya diri memimpin rombongan. Tanpa ragu, beliau menunjukkan arah, memilih jalur terbaik, dan memastikan kami tetap aman selama perjalanan. Kami pun mengikuti langkah beliau sambil tertawa dan bercanda, merasa seperti sedang melakukan pendakian kecil bersama seorang pemandu profesional. Meski jalurnya cukup menantang, rasa lelah terbayar dengan kebersamaan dan kepuasan saat berhasil mencapai tujuan.



Aktivitas jalan pagi ini bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan CJH. Kebersamaan yang terjalin membuat kegiatan edukasi dan pendampingan terasa lebih hangat dan bermakna. Melalui kegiatan ini, kelompok 21 belajar bahwa pendekatan kesehatan tidak selalu harus formal. Aktivitas sederhana seperti jalan pagi bersama, jika dilakukan dengan suasana yang menyenangkan, justru dapat memberikan dampak positif yang besar. Bagi Bapak Kartoyo dan Ibu Suyanti, kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan fisik menuju ibadah haji. Bagi kami, mahasiswa KKM, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang akan selalu diingat.



KKM bukan sekadar aktivitas pengabdian masyarakat, melainkan juga sarana pembelajaran yang membentuk empati, mempererat kebersamaan, serta memperdalam pemahaman mengenai peran pendampingan. Meskipun kegiatan jalan pagi dengan jarak tempuh 7,5 kilometer tersebut cukup melelahkan, pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh akan tetap menjadi bekal berharga untuk perjalanan berikutnya.