1 year ago

Seminar Desa: Strategi dalam Menghadapi Permasalahan Sosial menuju Indonesia Emas 2045

Header Image
MOKHAMMAD TAJUL MULUK ROHMATULLOH

220201110203 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.57

Malang, 24 Januari 2025 - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang berhasil menyelenggarakan seminar desa bertema "Strategi Dalam Menghadapi Permasalahan Sosial Menuju Indonesia Emas 2045" pada Jumat, 24 Januari 2025 bertempat di Balai Desa Sukowilangun . 



Acara seminar ini diawali dengan sambutan ketua pelaksana, Dimas, yang menyampaikan tujuan dan harapan dari kegiatan ini. "Kami berharap bahwa seminar ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang luas tentang strategi menghadapi permasalahan sosial, sehingga dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya," kata Dimas.



Kemudian, Kepala Desa Sukowilangun juga menyampaikan sambutannya, yang menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan berharap bahwa seminar ini dapat menjadi ajang untuk membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi.



Seminar ini dihadiri oleh dua pemateri yang kompeten, yaitu Ustadz Abdul Rouf, M.Hi, dosen Fakultas Syariah UIN Malang sekaligus dosen pembimbing lapangan, dan Ibu Siswidati, selaku tokoh masyarakat Desa Sukowilangun.



Dalam presentasinya, Ustadz Abdul Rouf membahas tentang pernikahan dini sebagai salah satu permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pernikahan dini dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan dan pendidikan anak, serta dapat meningkatkan risiko kekerasan dalam rumah tangga.



Sementara itu, Ibu Siswidati membahas tentang stunting sebagai salah satu permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Ia menyampaikan bahwa stunting dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan dan perkembangan anak, serta dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi dan penyakit lainnya. 



Dengan demikian, seminar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi.


1 year ago

Seminar Desa: Strategi dalam Menghadapi Permasalahan Sosial menuju Indonesia Emas 2045

Header Image
HILYATUS TSUROYYA

220401110027 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.57

Malang, 24 Januari 2025 - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang berhasil menyelenggarakan seminar desa bertema "Strategi Dalam Menghadapi Permasalahan Sosial Menuju Indonesia Emas 2045" pada Jumat, 24 Januari 2025 bertempat di Balai Desa Sukowilangun . 



Acara seminar ini diawali dengan sambutan ketua pelaksana, Dimas, yang menyampaikan tujuan dan harapan dari kegiatan ini. "Kami berharap bahwa seminar ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang luas tentang strategi menghadapi permasalahan sosial, sehingga dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya," kata Dimas.



Kemudian, Kepala Desa Sukowilangun juga menyampaikan sambutannya, yang menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan berharap bahwa seminar ini dapat menjadi ajang untuk membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi.



Seminar ini dihadiri oleh dua pemateri yang kompeten, yaitu Ustadz Abdul Rouf, M.Hi, dosen Fakultas Syariah UIN Malang sekaligus dosen pembimbing lapangan, dan Ibu Siswidati, selaku tokoh masyarakat Desa Sukowilangun.



Dalam presentasinya, Ustadz Abdul Rouf membahas tentang pernikahan dini sebagai salah satu permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pernikahan dini dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan dan pendidikan anak, serta dapat meningkatkan risiko kekerasan dalam rumah tangga.



Sementara itu, Ibu Siswidati membahas tentang stunting sebagai salah satu permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Ia menyampaikan bahwa stunting dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan dan perkembangan anak, serta dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi dan penyakit lainnya. 



Dengan demikian, seminar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi.