11 months ago

Seminar Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Karangsono "Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat"

Header Image
LAILIA RAHMAWATI

220104110033 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.315

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang dipilih sebagai lokasi karena masih tingginya prevalensi stunting serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, khususnya pada ibu hamil dan balita. Dalam rangka turut serta menanggulangi permasalahan tersebut, mahasiswa KKM menyelenggarakan seminar edukatif bertajuk “Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting, penyebabnya, dampak jangka panjang yang ditimbulkannya, serta upaya preventif yang bisa dilakukan di tingkat rumah tangga.



Seminar dilaksanakan pada tanggal 23 April 2025 bertempat di Balai Desa Karangsono, dan dihadiri oleh 35 peserta, yang sebagian besar adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Acara dibuka oleh perwakilan pemerintah desa dan diikuti oleh berbagai macam mahasiswa. Materi inti disampaikan oleh narasumber ahli gizi dari Puskesmas Kanigoro, yang menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep gizi seimbang, bahaya stunting, dan pentingnya memberikan nutrisi selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).



Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya gizi, serta munculnya kesadaran kolektif untuk lebih aktif dalam kegiatan posyandu. Beberapa peserta bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan memasak makanan bergizi dan pembentukan kelompok kader gizi desa.



Meskipun demikian, kegiatan ini juga menemukan sejumlah tantangan di lapangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat akibat kurangnya sosialisasi, serta terbatasnya fasilitas kesehatan desa yang membuat deteksi dini stunting menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, mahasiswa merekomendasikan adanya tindak lanjut berupa pelatihan kader gizi, pengadaan alat ukur tinggi badan, dan pembentukan forum ibu balita sebagai langkah konkret yang dapat diambil oleh desa.



Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran akan isu kesehatan yang sangat penting dan mendesak. Pendekatan partisipatif yang digunakan berhasil menciptakan ruang dialog yang produktif dan membangun rasa memiliki terhadap permasalahan bersama. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi model intervensi berbasis pendidikan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.


12 months ago

Seminar Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Karangsono "Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat"

Header Image
SHELFIYA ANJANI

220101110117 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.315

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang dipilih sebagai lokasi karena masih tingginya prevalensi stunting serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, khususnya pada ibu hamil dan balita. Dalam rangka turut serta menanggulangi permasalahan tersebut, mahasiswa KKM menyelenggarakan seminar edukatif bertajuk “Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting, penyebabnya, dampak jangka panjang yang ditimbulkannya, serta upaya preventif yang bisa dilakukan di tingkat rumah tangga.



Seminar dilaksanakan pada tanggal 23 April 2025 bertempat di Balai Desa Karangsono, dan dihadiri oleh 35 peserta, yang sebagian besar adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Acara dibuka oleh perwakilan pemerintah desa dan diikuti oleh berbagai macam mahasiswa. Materi inti disampaikan oleh narasumber ahli gizi dari Puskesmas Kanigoro, yang menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep gizi seimbang, bahaya stunting, dan pentingnya memberikan nutrisi selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).



Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya gizi, serta munculnya kesadaran kolektif untuk lebih aktif dalam kegiatan posyandu. Beberapa peserta bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan memasak makanan bergizi dan pembentukan kelompok kader gizi desa.



Meskipun demikian, kegiatan ini juga menemukan sejumlah tantangan di lapangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat akibat kurangnya sosialisasi, serta terbatasnya fasilitas kesehatan desa yang membuat deteksi dini stunting menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, mahasiswa merekomendasikan adanya tindak lanjut berupa pelatihan kader gizi, pengadaan alat ukur tinggi badan, dan pembentukan forum ibu balita sebagai langkah konkret yang dapat diambil oleh desa.



Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran akan isu kesehatan yang sangat penting dan mendesak. Pendekatan partisipatif yang digunakan berhasil menciptakan ruang dialog yang produktif dan membangun rasa memiliki terhadap permasalahan bersama. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi model intervensi berbasis pendidikan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.


12 months ago

Seminar Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Karangsono "Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat"

Header Image
MUHAMMAD ZULFIKRAM

220104110024 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.315

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang dipilih sebagai lokasi karena masih tingginya prevalensi stunting serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, khususnya pada ibu hamil dan balita. Dalam rangka turut serta menanggulangi permasalahan tersebut, mahasiswa KKM menyelenggarakan seminar edukatif bertajuk “Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting, penyebabnya, dampak jangka panjang yang ditimbulkannya, serta upaya preventif yang bisa dilakukan di tingkat rumah tangga.



Seminar dilaksanakan pada tanggal 23 April 2025 bertempat di Balai Desa Karangsono, dan dihadiri oleh 35 peserta, yang sebagian besar adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Acara dibuka oleh perwakilan pemerintah desa dan diikuti oleh berbagai macam mahasiswa. Materi inti disampaikan oleh narasumber ahli gizi dari Puskesmas Kanigoro, yang menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep gizi seimbang, bahaya stunting, dan pentingnya memberikan nutrisi selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).



Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya gizi, serta munculnya kesadaran kolektif untuk lebih aktif dalam kegiatan posyandu. Beberapa peserta bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan memasak makanan bergizi dan pembentukan kelompok kader gizi desa.



Meskipun demikian, kegiatan ini juga menemukan sejumlah tantangan di lapangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat akibat kurangnya sosialisasi, serta terbatasnya fasilitas kesehatan desa yang membuat deteksi dini stunting menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, mahasiswa merekomendasikan adanya tindak lanjut berupa pelatihan kader gizi, pengadaan alat ukur tinggi badan, dan pembentukan forum ibu balita sebagai langkah konkret yang dapat diambil oleh desa.



Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran akan isu kesehatan yang sangat penting dan mendesak. Pendekatan partisipatif yang digunakan berhasil menciptakan ruang dialog yang produktif dan membangun rasa memiliki terhadap permasalahan bersama. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi model intervensi berbasis pendidikan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.


12 months ago

Seminar Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Karangsono "Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat"

Header Image
SALSABILA AULIA RAHMA KAMAL

220103110119 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.315

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang dipilih sebagai lokasi karena masih tingginya prevalensi stunting serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, khususnya pada ibu hamil dan balita. Dalam rangka turut serta menanggulangi permasalahan tersebut, mahasiswa KKM menyelenggarakan seminar edukatif bertajuk “Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting, penyebabnya, dampak jangka panjang yang ditimbulkannya, serta upaya preventif yang bisa dilakukan di tingkat rumah tangga.



Seminar dilaksanakan pada tanggal 23 April 2025 bertempat di Balai Desa Karangsono, dan dihadiri oleh 35 peserta, yang sebagian besar adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Acara dibuka oleh perwakilan pemerintah desa dan diikuti oleh berbagai macam mahasiswa. Materi inti disampaikan oleh narasumber ahli gizi dari Puskesmas Kanigoro, yang menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep gizi seimbang, bahaya stunting, dan pentingnya memberikan nutrisi selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).



Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya gizi, serta munculnya kesadaran kolektif untuk lebih aktif dalam kegiatan posyandu. Beberapa peserta bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan memasak makanan bergizi dan pembentukan kelompok kader gizi desa.



Meskipun demikian, kegiatan ini juga menemukan sejumlah tantangan di lapangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat akibat kurangnya sosialisasi, serta terbatasnya fasilitas kesehatan desa yang membuat deteksi dini stunting menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, mahasiswa merekomendasikan adanya tindak lanjut berupa pelatihan kader gizi, pengadaan alat ukur tinggi badan, dan pembentukan forum ibu balita sebagai langkah konkret yang dapat diambil oleh desa.



Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran akan isu kesehatan yang sangat penting dan mendesak. Pendekatan partisipatif yang digunakan berhasil menciptakan ruang dialog yang produktif dan membangun rasa memiliki terhadap permasalahan bersama. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi model intervensi berbasis pendidikan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.