Poncokusumo, 14 Januari 2025 - MTS Al Fatoni, Poncokusumo, menjadi saksi berlangsungnya seminar yang sangat penting tentang pencegahan pernikahan dini dan masalah stunting yang mengancam masa depan anak-anak Indonesia. Diselenggarakan oleh empat kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari desa Poncokusumo, acara ini bertujuan untuk menyadarkan para siswa akan dampak serius yang ditimbulkan oleh pernikahan dini dan kekurangan gizi pada anak.
Acara dibuka dengan suara merdu Lailatul Hikmah, selaku MC formal yang menjadi pemandu jalannya acara, disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama dan sambutan penuh makna dari Kepala Sekolah MTs. Al. Fathoni yang mengingatkan bahwa para siswa merupakan generasi penerus yang harus peka terhadap isu-isu sosial yang mengancam masa depan mereka.
Seminar dimulai dengan materi dari Dr. Abd. Rauf, M.HI., dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Dengan gaya penyampaian yang sangat memikat, Dr. Rauf menjelaskan betapa berbahayanya pernikahan dini, yang tidak hanya mengancam kesehatan fisik dan mental remaja, tetapi juga menghentikan impian mereka untuk berkembang melalui pendidikan dan karier. “Pernikahan dini adalah perangkap masa depan yang harus dihindari,” katanya tegas. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan bagi mimpi dan pemahaman hak-hak remaja dalam mencegah fenomena ini.
Sesi berikutnya semakin menarik dengan kehadiran dr. Muhammad Irfan Dzinni, seorang dokter umum, yang membahas isu stunting. dr. Irfan menjelaskan bahwa stunting bukan hanya soal ukuran tubuh, tetapi juga soal masa depan. “Anak yang stunting berisiko memiliki kualitas hidup yang lebih rendah, termasuk masalah kecerdasan dan kesehatan jangka panjang,” ujarnya. Ia mengingatkan pentingnya asupan gizi yang tepat sejak bayi agar anak tumbuh sehat dan optimal.
Seminar ini juga mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok KKM 1 dan 2 yang hadir untuk memberikan semangat kepada para mahasiswa. DPL memberikan apresiasi terhadap kualitas acara dan semangat siswa MTS Al Fatoni yang sangat antusias mengikuti setiap sesi.
Sebagai penutup,di suguhkan penampilan musik yang menghibur dari salah satu anggota KKM dan seorang siswa MTS Al Fatoni. Penampilan yang memukau ini mendapat tepuk tangan meriah dari peserta seminar, menambah kesan positif pada acara tersebut. Pada penampilan terakhir, suasana semakin meriah dengan penampilan spektakuler dari Hasan, anggota KKM 83 dengan aksi silat yang memadukan ketangkasan dan seni bela dirinya. Tidak berhenti di situ, ia juga menunjukkan atraksi makan lampu dan pedang yang menegangkan, menarik perhatian seluruh hadirin.
Semangat para siswa-siswi MTS Al Fatoni selama seminar sungguh luar biasa. Mereka aktif berdiskusi dan bertanya kepada pemateri, menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami pentingnya topik yang dibahas. Dengan harapan besar, seminar ini diharapkan tidak hanya memberi dampak langsung pada siswa, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan nyata di masyarakat sekitar.