MALANG - Dalam upaya memperkuat resiliensi dan kepercayaan diri generasi muda di tengah distraksi algoritma digital, telah sukses diselenggarakan seminar motivasi eksklusif bertajuk "Muda Membara". Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 24 April 2026 di Gondanglegi, Malang, dengan menghadirkan M. Abdurrozzaq Naufal sebagai pemateri utama di hadapan 20 pemuda terpilih dari kalangan Gen Z. Berbeda dengan kegiatan formal institusi pada umumnya, seminar ini dirancang sebagai ruang diskusi intensif untuk menjawab keresahan spesifik yang dihadapi generasi yang lahir di era transisi teknologi, mulai dari beban mental akibat ekspektasi instan hingga kelumpuhan keputusan (decision paralysis).
Sinergi Formula S-O-C-I-A-L dalam Membangun Narasi
Dalam sesi pertama, M. Abdurrozzaq Naufal membedah strategi komunikasi publik menggunakan formula S-O-C-I-A-L. Teknik ini diawali dengan elemen Story (cerita pribadi) untuk membangun jembatan emosional, disusul dengan Observation mengenai fenomena pembelian barang karena rasa takut ketinggalan tren atau FOMO (Fear of Missing Out). `Abdurrozzaq menjelaskan melalui elemen Insight bahwa perilaku manusia seringkali dipengaruhi oleh narasi yang diciptakan oleh brand digital. Pendekatan ini bertujuan agar para pemuda tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi mampu menjadi komunikator yang kritis dan memiliki nilai tawar unik di depan publik.
The 2026 Flex: Membedah Mantra "Man Jadda Wajada"
Memasuki agenda inti, seminar membahas paradigma "The 2026 Flex", sebuah gagasan yang menantang pandangan konvensional bahwa pemuda hanya bisa memilih satu antara prestasi akademik atau non-akademik. Naufal menekankan bahwa sukses di masa depan adalah tentang kemampuan untuk menyeimbangkan keduanya dengan gaya yang otentik. Dengan mengusung mantra "Man Jadda Wajada" (Siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil), para peserta diajak untuk membangun growth mindset. "Jangan biarkan dirimu merasa gagal hanya karena tidak mampu mengikuti garis waktu artifisial yang diciptakan oleh algoritma layar," pesan Abdurrozzaq dalam sesinya. Faktor keberhasilan seperti Grit (kegigihan) dan spiritualitas menjadi poin krusial yang ditekankan untuk membakar semangat para peserta.
Optimalisasi Karya dan Harapan Kedepan
Selain penguatan mental, seminar ini juga memberikan pembekalan teknis mengenai strategi kesuksesan meraih cita-cita yang dipadukan dengan semangat juang dari Gen Z, mulai dari bagaimana mengfilter pergaualan yang positif hingga bagaimana menanamkan mantra "Man Jadda Wajada" sebagai semangat juang. Hal ini penting agar keresahan yang dimiliki para pemuda dapat bertransformasi menjadi semangat meraih cita-cita yang membara.
Melalui kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini, diharapkan ke-20 pemuda tersebut dapat kembali ke lingkungannya dengan kepercayaan diri yang baru. Dengan semangat "Muda Membara", diharapkan muncul pionir-pionir muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki karakter dan ketangguhan mental yang kokoh dalam meraih cita-cita. Dan sebagai pesan akhir yang disampaikan oleh `Abdurrozzaq adalah
"MIMPIMU TIDAK PUNYA BATAS, JADI JANGAN BUAT BATASANMU SENDIRI".