12 months ago

Seminar Parenting

Header Image
ADINIA JAUHARATUL CAMELIA

220104110018 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.328

Blitar, 17 April 2025- Di tengah meningkatnya tantangan pengasuhan anak, terutama di era modern yang penuh tekanan, Posyandu Desa Jeblog bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang menggelar seminar parenting bertajuk "Sentuhan Hati, Kunci Mendidik Tanpa Emosi". Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 17 April 2025 dan mendapat antusiasme tinggi dari para orang tua dan tokoh masyarakat setempat. 



Seminar ini menghadirkan Syifia Irsa Hamida, S.Psi, mahasiswi alumni Program Studi Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Syifia menekankan pentingnya pengasuhan yang mengedepankan pendekatan emosional yang hangat, bukan kemarahan atau kekerasan verbal. "Mendidik anak bukan soal marah atau keras, tapi soal sentuhan hati. Anak-anak justru akan lebih patuh dan berkembang jika mereka merasa dicintai dan didengar," ujar Syifia. 



Lebih lanjut, Syifia juga menjelaskan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembngan anak dari sisi emosional, agar para orang tua bisa menyesuaikan pendekatan mereka di setiap fase usia. Beberapa poin penting yang disampaikannya antara lain:




  •  Usia 0–2 tahun: anak membutuhkan rasa aman dan kasih sayang dari figur pengasuh utama. Di masa ini, kelekatan emosional terbentuk.

  • Usia 3–5 tahun: anak mulai mengeksplorasi dunia luar, tetapi masih membutuhkan pengakuan dan validasi dari orang tuanya.

  • Usia 6–12 tahun: anak mulai belajar mengelola emosi, mengenali perasaan, serta mulai peka terhadap perasaan orang lain.

  • Usia 3–5 tahun: anak mulai mengeksplorasi dunia luar, tetapi masih membutuhkan pengakuan dan validasi dari orang tuanya.



Usia 6–12 tahun: anak mulai belajar mengelola emosi, mengenali perasaan, serta mulai peka terhadap perasaan orang lain.



Usia remaja: anak mulai mencari jati diri dan sering mengalami gejolak emosi, sehingga orang tua perlu menjadi pendengar yang suportif, bukan sekadar pengontrol.



Acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala  Desa Jeblog beserta jajarannya, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar edukatif ini. Dukungan dari tokoh masyarakat menjadi bukti bahwa isu pengasuhan anak memang menjadi perhatian bersama.



Peserta seminar, yang didominasi oleh para ibu muda, tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mereka. Banyak yang mengaku merasa tercerahkan setelah mengikuti seminar ini.



"Saya baru sadar bahwa anak itu punya tahapan emosi yang berbeda-beda, dan kita sebagai orang tua harus bisa menyesuaikan," ungkap salah satu peserta.



Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan juga sesi dokumentasi. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut agar pemahaman masyarakat tentang parenting semakin luas dan berdampak positif bagi generasi masa depan.