3 months ago

Seminar Pernikahan Dini dan Stunting di MA Al Hidayah: Edukasi untuk Masa Depan Generasi Lebih Sehat

Header Image
LUTHFIYYAH SRI WURYANINGSIH

230606110158 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.35

PONCOKUSUMO – Pada tanggal 28 Januari 2025 Pada program Kerja Mahasiswa (KKM) 35 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertema "Pernikahan Dini dan Stunting" di MA Al Hidayah, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, pada hari ini. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka pernikahan dini di wilayah tersebut, yang menjadi salah satu faktor pemicu stunting pada anak.



Seminar yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi dan dewan guru MA Al Hidayah ini menghadirkan narasumber dari Koppatara (Korps Pelajar Penyuluh Anti Rokok) yang memberikan pemaparan komprehensif tentang bahaya pernikahan dini dan dampaknya terhadap kesehatan generasi mendatang.



"Kami melihat pernikahan dini masih menjadi fenomena yang cukup tinggi di Desa Pandansari. Hal ini sangat berkaitan erat dengan masalah stunting, karena ibu yang menikah di usia muda biasanya belum siap secara fisik dan mental untuk mengandung dan membesarkan anak," jelas salah satu koordinator KKM 35.



Narasumber dari Koppatara memaparkan bahwa pernikahan dini berisiko tinggi menyebabkan stunting karena kesiapan reproduksi remaja putri yang belum optimal. Kondisi gizi ibu yang masih dalam masa pertumbuhan, ditambah kurangnya pengetahuan tentang pola asuh dan nutrisi, menjadi kombinasi berbahaya bagi tumbuh kembang anak.



Para peserta seminar tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan seputar usia ideal menikah dan cara mencegah stunting sejak masa kehamilan.



Kepala MA Al Hidayah menyambut baik kegiatan ini dan berharap seminar seperti ini dapat memberikan kesadaran kepada para siswa tentang pentingnya merencanakan masa depan dengan matang, termasuk dalam hal pernikahan dan kesehatan keluarga.



"Semoga melalui edukasi ini, generasi muda kita lebih memahami pentingnya mempersiapkan diri dengan baik sebelum menikah, demi masa depan anak-anak Indonesia yang bebas stunting," tutup koordinator KKM 35.