Sekitar 60 ibu-ibu PKK Masjid At-Taqwa Perumahan Bumi Tunggul Wulung Indah, Kota Malang, mengikuti seminar psikologi bertema “Pola Asuh Hangat untuk Anak yang Berbahagia dan Berbakat” yang diselenggarakan oleh Peserta KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Minggu (11/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di NK Caf, Jalan Raya Kasin, Karangploso, Kabupaten Malang ini berjalan dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Sejak pagi, para peserta tampak bersemangat mengikuti rangkaian acara, mulai dari pemaparan materi hingga sesi diskusi.
Seminar ini menghadirkan pemateri utama, Ibu Fuji Astutik, M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa pola asuh hangat merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kesehatan mental, serta potensi anak sejak usia dini.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah atau lembaga formal, tetapi justru dimulai dari rumah melalui hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak.
“Anak bukan hanya membutuhkan makan dan pendidikan formal, tetapi juga kelekatan emosional, komunikasi yang baik, serta rasa aman. Dari situ anak bisa tumbuh bahagia sekaligus mengembangkan bakatnya,” ungkap Fuji di hadapan para peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan stunting tidak bisa dipahami hanya sebagai masalah fisik. Dampaknya dapat menjalar ke aspek psikologis anak, seperti kemampuan berpikir, pengendalian emosi, hingga kepercayaan diri. Oleh karena itu, pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga, tidak hanya melalui asupan gizi, tetapi juga pola interaksi yang positif.
“Stunting bukan sekadar tubuh pendek. Dampaknya bisa sampai pada kognitif dan mental anak. Maka pencegahannya harus dimulai dari rumah, dari cara orang tua memperlakukan dan merawat anak,” tambahnya.
Selama seminar berlangsung, suasana dibuat interaktif. Para ibu tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari kecanduan gawai pada anak, emosi yang sulit dikendalikan, hingga kebiasaan makan yang kurang sehat.
Salah satu peserta, Ibu Siti, mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti seminar tersebut.
“Biasanya kami mendidik anak dengan cara lama, kadang marah atau memaksa. Dari sini saya belajar bahwa pendekatan yang hangat justru lebih efektif,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Ibu Nur, peserta lainnya. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena materinya mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Materinya ringan tapi mengena. Kami jadi tahu bagaimana mendampingi anak, bukan hanya menyuruh. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” katanya.
Ketua panitia dari KKM 121 Swastikara Nawasena menjelaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program kerja pemberdayaan keluarga di lingkungan Masjid At-Taqwa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ingin menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Program seminar psikologi tersebut juga mendapat apresiasi langsung dari pemateri. Fuji Astutik menilai bahwa mahasiswa KKM mampu membaca kebutuhan masyarakat dengan baik.
“Mahasiswa KKM 121 tidak hanya datang mengabdi, tetapi membawa program yang berdampak. Parenting dan pencegahan stunting adalah isu penting bagi keluarga,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dalam bentuk pendampingan atau diskusi rutin.
“Akan lebih baik jika ada tindak lanjut berupa pendampingan atau forum diskusi berkala agar ibu-ibu semakin terampil menerapkan pola asuh hangat di rumah,” tambahnya.
Melalui seminar ini, Peserta KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena UIN Malang berupaya memperkuat peran ibu dalam membangun generasi yang sehat, bahagia, dan berkualitas. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, masjid, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.