3 months ago

Seminar Psikologi Ibu PKK Masjid At-Taqwa : Polah Asuh Hangat Untuk Anak yang Berbahagia dan Berbakat

Header Image
MUCHAMMAD NABIL SYUHADAK

220201110156 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.121

Sekitar 60 ibu-ibu PKK Masjid At-Taqwa Perumahan Bumi Tunggul Wulung Indah, Kota Malang, mengikuti seminar psikologi bertema “Pola Asuh Hangat untuk Anak yang Berbahagia dan Berbakat” yang diselenggarakan oleh Peserta KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Minggu (11/1/2026).



Kegiatan yang berlangsung di NK Caf, Jalan Raya Kasin, Karangploso, Kabupaten Malang ini berjalan dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Sejak pagi, para peserta tampak bersemangat mengikuti rangkaian acara, mulai dari pemaparan materi hingga sesi diskusi.



Seminar ini menghadirkan pemateri utama, Ibu Fuji Astutik, M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa pola asuh hangat merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kesehatan mental, serta potensi anak sejak usia dini.



Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah atau lembaga formal, tetapi justru dimulai dari rumah melalui hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak.

“Anak bukan hanya membutuhkan makan dan pendidikan formal, tetapi juga kelekatan emosional, komunikasi yang baik, serta rasa aman. Dari situ anak bisa tumbuh bahagia sekaligus mengembangkan bakatnya,” ungkap Fuji di hadapan para peserta.



Ia juga mengingatkan bahwa persoalan stunting tidak bisa dipahami hanya sebagai masalah fisik. Dampaknya dapat menjalar ke aspek psikologis anak, seperti kemampuan berpikir, pengendalian emosi, hingga kepercayaan diri. Oleh karena itu, pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga, tidak hanya melalui asupan gizi, tetapi juga pola interaksi yang positif.



“Stunting bukan sekadar tubuh pendek. Dampaknya bisa sampai pada kognitif dan mental anak. Maka pencegahannya harus dimulai dari rumah, dari cara orang tua memperlakukan dan merawat anak,” tambahnya.



Selama seminar berlangsung, suasana dibuat interaktif. Para ibu tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari kecanduan gawai pada anak, emosi yang sulit dikendalikan, hingga kebiasaan makan yang kurang sehat.



Salah satu peserta, Ibu Siti, mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti seminar tersebut.

“Biasanya kami mendidik anak dengan cara lama, kadang marah atau memaksa. Dari sini saya belajar bahwa pendekatan yang hangat justru lebih efektif,” tuturnya.



Hal serupa disampaikan Ibu Nur, peserta lainnya. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena materinya mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Materinya ringan tapi mengena. Kami jadi tahu bagaimana mendampingi anak, bukan hanya menyuruh. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” katanya.



Ketua panitia dari KKM 121 Swastikara Nawasena menjelaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program kerja pemberdayaan keluarga di lingkungan Masjid At-Taqwa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ingin menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.



Program seminar psikologi tersebut juga mendapat apresiasi langsung dari pemateri. Fuji Astutik menilai bahwa mahasiswa KKM mampu membaca kebutuhan masyarakat dengan baik.

“Mahasiswa KKM 121 tidak hanya datang mengabdi, tetapi membawa program yang berdampak. Parenting dan pencegahan stunting adalah isu penting bagi keluarga,” ujarnya.



Ia berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dalam bentuk pendampingan atau diskusi rutin.

“Akan lebih baik jika ada tindak lanjut berupa pendampingan atau forum diskusi berkala agar ibu-ibu semakin terampil menerapkan pola asuh hangat di rumah,” tambahnya.



Melalui seminar ini, Peserta KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena UIN Malang berupaya memperkuat peran ibu dalam membangun generasi yang sehat, bahagia, dan berkualitas. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, masjid, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.


3 months ago

Seminar Psikologi Ibu PKK Masjid At-Taqwa : Polah Asuh Hangat Untuk Anak yang Berbahagia dan Berbakat

Header Image
MUHAMMAD NAZIL RAIHAN HADI

230401110318 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.121

Sekitar 60 ibu-ibu PKK Masjid At-Taqwa Bumi Tunggul Wulung Indah, Kota Malang, mengikuti Seminar Psikologi bertema “Pola Asuh Hangat untuk Anak yang Berbahagia dan Berbakat”, Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Peserta KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan berlangsung di NK Caf, Jalan Raya Kasin, Karangploso, Kabupaten Malang.



Sejak awal kegiatan, suasana seminar terasa hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif menyimak materi, mencatat, serta terlibat dalam diskusi yang relevan dengan pengalaman mereka sehari-hari sebagai orang tua.



Seminar ini menghadirkan Ibu Fuji Astutik, M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pola asuh hangat memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kesehatan mental, serta potensi anak sejak usia dini.



Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah atau lembaga formal, melainkan bermula dari rumah. Relasi emosional yang sehat antara orang tua dan anak menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang anak secara optimal.




“Anak bukan hanya membutuhkan makan dan pendidikan formal, tetapi juga kelekatan emosional, komunikasi yang baik, serta rasa aman. Dari situ anak bisa tumbuh bahagia sekaligus mengembangkan bakatnya,” ujar Fuji di hadapan peserta.




Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isu stunting tidak dapat dipahami semata-mata sebagai masalah fisik. Dampaknya juga menyentuh aspek psikologis anak, seperti kemampuan berpikir, pengendalian emosi, hingga rasa percaya diri. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dimulai dari lingkungan keluarga, baik melalui pola makan sehat maupun interaksi yang positif antara orang tua dan anak.




“Stunting bukan sekadar tubuh pendek. Dampaknya bisa sampai pada kognitif dan mental anak. Maka pencegahannya harus dimulai dari rumah, dari cara orang tua memperlakukan dan merawat anak,” tambahnya.




Selama sesi berlangsung, seminar dikemas secara interaktif. Para ibu tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diberi ruang untuk berbagi cerita dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dalam pengasuhan, mulai dari penggunaan gawai pada anak, pengelolaan emosi, hingga kebiasaan makan sehari-hari.



Salah satu peserta, Ibu Siti, mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti kegiatan ini.




“Biasanya kami mendidik anak dengan cara lama, kadang marah atau memaksa. Dari sini saya belajar bahwa pendekatan yang hangat justru lebih efektif,” tuturnya.




Hal serupa juga disampaikan Ibu Nur, peserta lainnya. Ia menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan dekat dengan realitas kehidupan keluarga.




“Materinya ringan tapi mengena. Kami jadi tahu bagaimana mendampingi anak, bukan hanya menyuruh. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” ujarnya.




Ketua panitia dari KKM 121 Swastikara Nawasena menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program kerja pemberdayaan keluarga di lingkungan Masjid At-Taqwa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM ingin menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.



Program seminar psikologi tersebut mendapat apresiasi dari pemateri. Fuji Astutik menilai mahasiswa KKM mampu membaca kebutuhan masyarakat dengan baik.




“Mahasiswa KKM 121 tidak hanya datang mengabdi, tetapi membawa program yang berdampak. Parenting dan pencegahan stunting adalah isu penting bagi keluarga,” ungkapnya.




Ia juga berharap kegiatan serupa dapat berlanjut ke tahap pendampingan.




“Akan lebih baik jika ada tindak lanjut berupa diskusi rutin atau pendampingan, agar ibu-ibu semakin terampil menerapkan pola asuh hangat di rumah,” tambahnya.




Melalui seminar ini, Peserta KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena UIN Malang berupaya memperkuat peran ibu sebagai pilar utama dalam membangun generasi yang sehat, bahagia, dan berkualitas. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, masjid, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.