BLITAR – Isu perundungan (bullying) menjadi perhatian serius mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) KKM Seruni Aksara Kelompok 24 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebagai langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, mereka mengadakan Workshop Anti-Bullying pada Rabu (08/04) di aula MI Al Huda Tumpang, Blitar. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.
Edukasi dan Refleksi Melalui Materi serta Film
Acara yang dimulai sejak pagi hari ini dipandu oleh duo MC, Tamara Aldiva Rochayati dan Nurfidyati. Pada acara ini kelompok AM KKM Seruni Aksara 24 bekerja sama dengan Kelompok AM KKM Abhipraya 66. Agenda utama diawali dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh perwakilan siswa AM KKM Kelompok 66 Abhipraya, Maulfi Fahrul Fahani. Dalam sesinya, Maulfi memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis perundungan serta pentingnya membangun rasa empati antar-sesama teman.
Guna menyegarkan suasana setelah sinkronisasi materi yang cukup padat, Nabila Az-Zahra dan Finna Khilyatul Nafisah mengajak seluruh siswa untuk melakukan icebreaking dan menyanyi bersama. Keceriaan kembali merekam aula sebelum akhirnya suasana dibawa ke arah yang lebih reflektif melalui penyampaian film pendek tentang dampak perundungan yang diarahkan langsung oleh MC.
Isak Tangis dan Pesan Menyentuh Hati
Puncak acara emosional terjadi saat sesi kesan dan pesan yang dibawakan oleh Tamara Aldiva Rochayati dan Inayatul Husniyah. Kata-kata yang disampaikan mengenai kekuatan memaafkan dan pentingnya saling menghargai berhasil menyentuh sisi terdalam para siswa.
Aula seketika menjadi haru saat banyak siswa, terutama mereka yang pernah merasakan pengalaman perundungan secara langsung, mulai meneteskan air mata. Isak tangis pecah di beberapa sudut ruangan. Dengan penuh kesabaran, kakak-kakak siswa AM KKM Kelompok 24 mendekati satu per satu siswa untuk menenangkan dan memberikan dukungan moral, menciptakan suasana persaudaraan yang sangat kuat.
Ruang Aman: Video Pengungkapan Rasa
Sebagai tindak lanjut, panitia menyediakan wadah bagi siswa untuk meluapkan perasaan mereka melalui sesi "Video Ungkapan Rasa". Bertempat di ruang kelas 4 yang tertutup, siswa diberikan ruang privasi untuk berbicara jujur di depan kamera dan merekam suara.
Siswa memasuki ruangan secara bergantian, baik secara mandiri maupun berpasangan. Meskipun bersifat sukarela, antusiasme siswa sangat tinggi untuk berpartisipasi dalam sesi ini. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka untuk bersuara dan jujur terhadap perasaan sendiri, siswa memberikan hadiah kepada para siswa yang mengikuti pembuatan video tersebut.
Penutupan dan Harapan Baru
Meskipun sesi video telah berjalan, beberapa siswa masih memilih bertahan di aula untuk saling menguatkan karena masih merasa terharu. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dan suasana kembali kondusif, acara resmi ditutup oleh MC.
Tepat pukul 10.00 WIB, para siswa diperbolehkan pulang dengan membawa pemahaman baru bahwa tidak ada tempat untuk perundungan di sekolah mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan MI Al Huda Tumpang dapat terus menjadi rumah kedua yang aman bagi siswa seluruhnya.