Mengawali semester baru dengan aksi edukatif yang berdampak langsung bagi generasi muda, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 183 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program edukasi pengelolaan sampah di SDN Kalikatir pada Selasa (14/01/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pengenalan tiga jenis utama sampah, yaitu sampah organik, anorganik, dan berbahaya (B3), sebagai langkah awal menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Kondisi lingkungan sekolah yang menjadi pusat aktivitas belajar anak-anak mendorong mahasiswa KKM untuk menghadirkan metode pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami. Sebelum pemaparan materi dimulai, para siswa diajak berdiskusi ringan mengenai kebiasaan sehari-hari dalam membuang sampah. Dari diskusi tersebut, mahasiswa menemukan bahwa sebagian besar siswa masih belum memahami perbedaan jenis sampah dan dampak yang ditimbulkan jika pengelolaannya tidak tepat.
Melalui media visual, contoh langsung, serta permainan edukatif, mahasiswa KKM menjelaskan karakteristik masing-masing jenis sampah. Sampah organik diperkenalkan sebagai sisa makhluk hidup yang dapat terurai secara alami, seperti sisa makanan dan daun kering. Sampah anorganik dijelaskan sebagai bahan yang sulit terurai, seperti plastik dan kaleng, namun masih memiliki nilai guna jika didaur ulang. Sementara itu, sampah berbahaya atau B3 dikenalkan sebagai jenis sampah yang memerlukan penanganan khusus karena dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan, seperti baterai bekas dan kemasan bahan kimia.
Antusiasme siswa terlihat jelas ketika mereka diminta mempraktikkan langsung cara memilah sampah ke dalam tong yang telah diberi label sesuai kategori. Kegiatan ini tidak hanya melatih pemahaman teoritis, tetapi juga membentuk kebiasaan nyata yang diharapkan dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Sebagai tindak lanjut dari sesi edukasi, mahasiswa KKM mengadakan dua jenis lomba kreatif yang disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk siswa kelas 1 hingga 3, diselenggarakan lomba mewarnai dengan tema lingkungan bersih dan sehat. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengekspresikan imajinasi mereka tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Sementara itu, siswa kelas 4 hingga 6 mengikuti lomba mengecat tong sampah yang akan digunakan sebagai sarana pemilahan sampah di lingkungan sekolah.
Kegiatan mengecat tong sampah menjadi ruang bagi siswa untuk menuangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas kebersihan sekolah. Dengan desain dan warna yang menarik, tong sampah hasil karya siswa diharapkan mampu menjadi pengingat visual bagi seluruh warga sekolah untuk selalu membuang sampah sesuai jenisnya.
Ketua kelompok KKM menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter peduli lingkungan sejak dini. Menurutnya, perubahan besar dalam pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, salah satunya melalui edukasi kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Kegiatan yang ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Guru-guru mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang dinilai mampu menghadirkan pembelajaran kontekstual dan menyenangkan di luar kelas. Sinergi antara mahasiswa, tenaga pendidik, dan siswa diharapkan dapat terus terjalin dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Melalui program edukasi pengelolaan sampah ini, Kelompok KKM 183 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membuktikan komitmennya dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, program ini diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di SDN Kalikatir dan sekitarnya.