12 months ago

Serunya Belajar Permainan Tradisional Di era digital

Header Image
SAHILA RIZQIANI MUFIDAH

220103110020 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.350

Saat ini kita sedang berada di zaman serba digital. Sehingga, banyak sekali masyarakat yang saat ini melupakan tradisi kebudayaan yang ada di indonesia contohnya permainan tradisional. Mereka lebih memilih untuk bermain gadjet dari pada menerapkan budaya budaya tradisional yang ada di indonesia. Pada bab terakhir pembelajaran pancasila siswa mempelajari tentang apa saja macam-macam permainan tradisional. Agar mereka mengetahui apa dan bagaimana cara bermain maka kita sebagai seorang pendidik harus memperkenalkan kepada mereka agar mereka tidak lupa akan budaya yang ada disekitar mereka dengan cara mengajak mereka untuk memperaktikkan bagaimana cara bermain. Pada bab ini siwa dibentuk menjadi beberapa kelompok untuk mempereraktikkan macam-macam permainan tradisional. Setiap kelompok harus memainkan permainan yang berbeda agar masing-masing kelompok dapat mencoba pada masing-masing permainan. 



 



Disinlah saat di tengah gempuran teknologi dan pesatnya perkembangan dunia digital, permainan tradisional tetap memiliki daya tarik yang tidak lekang oleh waktu. Meski anak-anak kini lebih akrab dengan gawai, media sosial, dan game daring, ternyata belajar permainan tradisional justru menjadi pengalaman unik yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi anak-anak. Perpaduan antara warisan budaya dan inovasi digital kini membuka jalan baru bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai permainan khas Indonesia. Permainan tradisional seperti gobak sodor, congklak, engklek, bentengan, hingga egrang bukan sekadar bentuk hiburan. Permainan ini sarat akan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, kerja sama tim, hingga ketangkasan fisik dan kecerdikan. Selain itu, permainan tradisional juga mengajarkan anak-anak untuk bersosialisasi secara langsung, sebuah hal yang semakin langka di era serba digital ini.



 



Manfaat Lain dari Belajar Permainan Tradisional



 



Menumbuhkan rasa cinta budaya lokal: Anak-anak jadi mengenal dan menghargai warisan budaya bangsanya sendiri.



 



 



 



Mengurangi ketergantungan terhadap gadget: Bermain secara fisik membantu mengurangi screen time yang berlebihan.



 



Meningkatkan kreativitas dan interaksi sosial: Permainan tradisional cenderung lebih fleksibel dan memicu imajinasi serta komunikasi antar pemain.



 



 



Belajar permainan tradisional di era digital bukan hanya mungkin, tetapi justru sangat menyenangkan dan relevan. Dengan pendekatan kreatif, permainan masa lalu bisa hidup kembali dan menyatu dengan gaya hidup modern. Sudah saatnya kita tidak hanya melestarikan, tetapi juga mengembangkan permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kebudayaan bangsa.