Pendidikan finansial seringkali dianggap sebagai materi yang berat dan membosankan, padahal menanamkan kebiasaan mengelola uang sejak dini adalah kunci kesejahteraan di masa depan. Berangkat dari kesadaran inilah, kami dari KKM Cakrasena Kelompok 160 berinisiatif menggelar acara edukatif bertajuk "Sosialisasi Menabung". Target audiens kami kali ini adalah siswa-siswi kelas 5 dan 6 MI Darul Ulum, Desa Simpang. Mengapa kelas besar? Karena di usia inilah mereka mulai memiliki kontrol lebih besar terhadap uang saku mereka sendiri, sehingga momennya sangat pas untuk diajarkan cara mengelolanya dengan bijak.
Acara yang berlangsung pada hari cerah ini dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Bertempat di Ruang Kelas 6 yang biasanya tenang mendadak riuh oleh semangat puluhan siswa yang telah berkumpul. Sebagai pembuka yang menghormati tuan rumah, acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah MI Darul Ulum, Ibu Kholifah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKM. Beliau menekankan betapa pentingnya ilmu ini bagi anak-anak didiknya, agar mereka tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga cerdas dalam mengatur keuangan pribadi sejak kecil.
Sambutan Oleh Kepala Sekolah MI Darul Ulum Simpang. Setelah sambutan resmi, kendali acara diambil alih oleh moderator andalan kami, Kak Guntur. Dengan gaya bicaranya yang luwes dan penuh energi, Kak Guntur menyapa seluruh peserta dengan salam semangat yang langsung membakar suasana. Tidak butuh waktu lama bagi Kak Guntur untuk memecahkan kebekuan, sapaan-sapaan akrabnya membuat adik-adik yang awalnya duduk malu-malu menjadi lebih santai dan siap menerima materi.
Sebelum masuk ke sesi yang lebih serius, kami menyempatkan diri untuk melakukan sesi dokumentasi foto bersama. Mumpung wajah-wajah peserta masih segar dan seragam masih rapi, kami mengabadikan momen kebersamaan ini. Senyum lebar dan pose ceria dari adik-adik kelas 5 dan 6 menjadi bukti antusiasme mereka menyambut "kakak-kakak mahasiswa" yang hari ini beralih fungsi menjadi mentor keuangan mereka.
Sesi inti pun dimulai. Materi sosialisasi disampaikan oleh pemateri kami, Kak Wildan, yang membawakan presentasi visual bertema "Warna-Warni Mengenal Uang". Kak Wildan mengawali penjelasannya dengan mengenalkan kembali bentuk fisik uang yang beredar di Indonesia, mulai dari uang logam recehan hingga uang kertas dengan berbagai nominal. Meski terlihat sepele, pemahaman dasar ini penting agar mereka menghargai setiap keping uang yang mereka miliki, sekecil apa pun nilainya.
Masuk ke inti materi, Kak Wildan menjelaskan definisi menabung dengan bahasa yang sangat sederhana namun ngena. Menabung, menurut penjelasan Kak Wildan, adalah aktivitas menyisihkan uang yang kita punya, alias tidak menghabiskan semua uang jajan dalam satu waktu. Konsep "menyisihkan" ini ditekankan berulang kali agar adik-adik paham bahwa menabung itu dilakukan di awal saat menerima uang, bukan menunggu sisa uang di akhir hari yang seringkali sudah ludes tak bersisa.
Kak Wildan juga memperkenalkan berbagai wadah atau tempat menabung yang bisa dipilih. Mulai dari cara tradisional menggunakan celengan ayam di rumah, menabung di bank yang lebih aman, hingga pengenalan teknologi finansial modern seperti E-Wallet. Penjelasan ini membuka wawasan mereka bahwa menabung di era digital ini semakin mudah dan variatif, menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang mereka alami.
Sesi Penyampaian Materi Oleh Kak Wildan dan Kak Guntur. Salah satu poin paling krusial yang disampaikan adalah membedakan antara "Kebutuhan" dan "Keinginan". Kak Wildan menjelaskan dengan gamblang bahwa kebutuhan adalah hal yang wajib dipenuhi karena sifatnya mendesak, seperti untuk peralatan sekolah, makanan, hingga untuk rencana masa depan mereka. Sementara itu, keinginan adalah hal yang pemenuhannya bisa ditunda setelah kebutuhan utama beres, seperti mainan atau jajan berlebih. Memahami beda keduanya adalah pondasi utama agar mereka tidak terjebak perilaku boros.
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Serunya Kegiatan Edukasi Menabung & Edukasi Bullying bersama KKM Cakrasena 160, UIN Malang, di MI Darul Ulum Simpang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/ryanrestupangeran8016/698b590ec925c4378a6911f2/serunya-kegiatan-edukasi-menabung-edukasi-bullying-bersama-kkm-cakrasena-160-uin-malang-di-mi-darul-ulum-simpang-kecamatan-prambon-sidoarjo
Kreator: KKM Cakrasena Kelompok 160