3 months ago

Serunya Mengajar: Edukasi Lingkungan di Taman Kanak-kanak

Header Image
AMALIA LUTVI SOFIA

230501110262 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.76

Pendidikan anak usia dini dipandang sebagai fase krusial dalam pembentukan sikap, nilai, dan perilaku individu, karena pada tahap ini anak berada pada tahap sensitif terhadap stimulasi lingkungan. Mahasiswa mengajar dan mempraktikan ilmu yang telah dipelajari di TK Sabilillah, Bunutwetan, Pakis, Kabupaten Malang, selama periode 6 Januari hingga 29 Januari 2026. Mahasiswa KKM kelompok 76 tidak hanya menampilkan pelajaran tematik sesuai kurikulum yang ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga mengajarkan tentang pentingnya edukasi lingkungan. Edukasi lingkungan di Taman Kanak-kanak merupakan praktik pedagogis yang strategis dalam membangun fondasi kesadaran ekologis sejak usia dini. Praktik ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan prinsip yang menekankan perkembangan secara menyeluruh, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tak hanya peran mahasiswa yang aktif dalam mengajar, tetapi guru juga ikut andil dalam membimbing dan mendukung kegiatan yang telah direncanakan oleh mahasiswa.



Tidak semudah itu untuk mendekatkan diri pada anak-anak TK, tetapi mahasiswa juga harus sabar dalam proses pendekatannya. Di mulai dari menganalisis kondisi yang terjadi di hari pertama, lalu dilanjutkan dengan menghafal satu per satu nama anak beserta karakter yang telah terbentuk sejak usia dini. Analisis karakter anak juga menambah wawasan terhadap mahasiswa tentang bagaimana cara anak berinteraksi dengan teman maupun guru, dan juga cara anak mengolah pelajaran yang telah diajarkan oleh mahasiswa maupun guru yang bertugas. Dalam proses belajar mengajar, anak lebih aktif dalam bercerita dan mengeksplor pengetahuannya dalam bentuk permainan. Dalam hal ini, mahasiswa dianjurkan memiliki wawasan yang lebih kreatif dan mengasyikkan agar pelajaran yang disampaikan lebih mudah dicerna oleh anak TK.



Peran mahasiswa dalam edukasi sangat sentral karena mahasiswa bertindak sebagai fasilitator sekaligus teladan. Anak belajar melalui observasi dan imitasi terhadap perilaku orang dewasa di sekitarnya. Ketika mahasiswa menunjukkan perilaku peduli lingkungan dan peduli terhadap sesama teman, anak cenderung menirunya. Keteladanan ini menjadi metode yang efektif dalam menanamkan nilai. Selain itu, mahasiswa juga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga anak terdorong untuk aktif, terlibat, antusias dalam setiap kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran yang difasilitaskan oleh mahasiswa juga membantu menyederhanakan konsep-konsep menjadi lebih dipahami. Interaksi sosial selama pembelajaran memberikan dukungan bagi perkembangan kognitif anak melalui proses pendampingan. Dengan adanya dukungan yang sesuai, anak mampu mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berdampak pada ingatan jangka panjang. 



Keberlanjutan mengajar diselingi dengan menyanyi, berhitung, mewarnai, menebak, maupun keterampilan tangan. Beberapa keterampilan dasar anak yang telah mahasiswa ajarkan, seperti memotong kertas menjadi bagian kecil lalu menempelnya pada kertas gambar, menempelkan biji-bijian pada kertas gambar, serta merangkai berbagai bentuk menggunakan kertas lipat. Salah satu keterampilan anak tentang menempelkan biji-bijian pada kertas gambar disebut dengan teknik kolase. Antusias anak menanyakan berbagai jenis biji dan kegunaannya juga menambah wawasan baru bagi mereka. Cara mahasiswa mengajarkan kerapian dalam menempel biji-bijiannya, juga menambah pola berpikir anak untuk bersaing lebih bagus daripada teman-temannya.



Selain itu, mahasiswa mengajarkan anak dalam memilah sampah organik maupun anorganik. Guru memberikan perintah untuk masing-masing anak membawa buah-buahan ataupun sayur-sayuran untuk pemenuhan syarat pembelajaran. Diawali dengan menebak jenis buah maupun sayur dan menghitung jumlah setiap jenisnya. Selanjutnya, pembagian tugas dibedakan menjadi dua, yaitu murid perempuan bagian memetik daun sayur bayam dan kangkong hingga bersih, dan murid laki-laki bagian mengupas kulit buah. Mahasiswa menyiapkan 2 kresek sampah dan menjelaskan fungsi pada setiap warna yang ada. Fasilitas selain untuk kategori organik, mahasiswa telah menyediakan beberapa kertas, koran, kardus, dan sampah plastik, untuk kategori anorganik. Anak-anak disusun baris berbaris serta menebak jenis sampah sesuai warna kresek dan jenisnya.



Tak hanya itu, mahasiswa juga terjun membimbing pembelajaran di jenjang PAUD. Mahasiswa mengajarkan tentang bagaimana menempel kertas menggunakan lem, pembentukan karakter agar anak menjadi lebih berani bereksplor, melipat kertas menjadikan bentuk hewan yang diketahui anak-anak, serta membantu pelafalan huruf. Pembelajaran anak PAUD lebih mengarah pada cara bermain dan bereksplor daripada mempelajari secara tematik.



Selain pembelajaran, mahasiswa juga memberikan apresiasi dalam perkembangan anak dengan menyajikan hadiah-hadiah kecil. Hadiah ini membantu anak agar lebih semangat menyelesaikan tugas yang diemban. Selain hadiah kecil, pujian ringan yang dilontarkan oleh mahasiswa terhadap anak mampu menambah kedekatan anak dengan mahasiswa. Kedekatan ini yang membuat anak mengingat peran mahasiswa selama praktik di TK Sabilillah, Bunutwetan, Pakis, Kabupaten Malang.