4 months ago

SHALAWATAN: KKM 87 PRABASWARA dalam Mengikuti Tradisi Shalawatan Rutin Setiap Senin Malam

Header Image
AZIZAH NUZULAN SAHUURA

230203110012 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.87

Bagi umat Islam, shalawat bukan sekadar rangkaian kalimat pujian. Lebih dari itu, shalawat adalah ungkapan cinta mendalam kepada Nabi Muhammad SAW sebuah cara untuk mendekatkan diri pada sosok yang menjadi teladan hidup. Setiap kali melantunkan shalawat, ada harapan untuk mendapat syafaat beliau kelak di hari pembalasan. Yang menarik, tradisi shalawatan ini juga punya peran sosial yang kuat: mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menciptakan atmosfer religius yang hangat di tengah kehidupan bermasyarakat. Melihat pentingnya tradisi ini, mahasiswa KKM 87 Prabaswara tidak mau ketinggalan untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan shalawatan rutin yang sudah berlangsung lama di Desa Sidodadi.



Shalawatan di desa ini bukan kegiatan sesekali. Ini sudah jadi rutinitas yang ditunggu-tunggu setiap Senin malam, bahkan sudah mengakar sebagai bagian dari identitas keagamaan masyarakat setempat. Mahasiswa KKM 87 Prabaswara mulai ikut meramaikan kegiatan ini sejak 29 Desember 2025 hingga 26 Januari 2026, berkumpul di rumah Abah Izar selaku tokoh masyarakat. Satu hal yang bikin kegiatan ini spesial adalah kehadirannya yang lintas generasi dari anak-anak kecil yang masih belajar membaca shalawat, remaja yang penuh semangat, sampai para orang tua yang sudah hafal di luar kepala. Semua berkumpul jadi satu, bukti nyata kalau semangat kebersamaan dan gotong royong masih hidup dalam menjalankan aktivitas keagamaan.



Suasana di setiap Senin malam itu selalu terasa istimewa. Pelaksanaan shalawatan berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Ketika lantunan shalawat dibaca bersama-sama, ada ketenangan yang menyusup ke dalam hati, memberikan kedamaian tersendiri bagi setiap jamaah yang hadir. Bukan cuma baca shalawat doang, kegiatan ini sering diselingi dengan doa bersama dan tausiyah singkat yang isinya tentang pesan-pesan keislaman. Jadi, selain menenangkan jiwa, kegiatan ini juga menambah wawasan dan memperkaya pemahaman keagamaan para jamaah.



Keterlibatan mahasiswa KKM 87 Prabaswara dalam shalawatan rutin ini ternyata disambut dengan antusias oleh masyarakat. Bukan cuma duduk manis dan ikut melantunkan shalawat, anak-anak muda ini juga turun tangan membantu berbagai persiapan mulai dari menata tempat duduk, membantu mengatur jamaah yang berdatangan, sampai menjalin komunikasi dengan tokoh agama dan warga sekitar. Partisipasi aktif seperti ini jadi bukti konkret bahwa mahasiswa benar-benar ingin terlibat langsung dalam menghidupkan kembali atau lebih tepatnya, menjaga agar tetap hidup kegiatan keagamaan yang sudah lama berjalan di desa.



Lewat kegiatan shalawatan rutin setiap Senin malam ini, ada harapan besar bahwa masyarakat akan terus menjaga dan merawat tradisi keagamaan yang sudah turun-temurun. Shalawatan bukan hanya soal ibadah semata, tapi juga jadi wadah untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, menumbuhkan rasa kebersamaan yang tulus, sekaligus mengingatkan semua orang akan pentingnya menempatkan nilai-nilai spiritual dalam keseharian yang kadang serba sibuk dan materialistis.



Buat mahasiswa KKM 87 Prabaswara sendiri, terlibat dalam kegiatan shalawatan rutin ini memberikan pengalaman yang sangat berarti dan sulit dilupakan. Selain nambah wawasan tentang bagaimana kehidupan keagamaan di masyarakat desa berjalan, mereka juga belajar menghargai dan turut menjaga tradisi religius yang sudah mengakar begitu dalam. Harapannya sederhana tapi penuh makna: semoga kegiatan shalawatan rutin setiap Senin malam ini bisa terus bergulir tanpa henti dan semakin membawa manfaat bagi masyarakat Desa Sidodadi, bahkan setelah masa pengabdian mahasiswa KKM berakhir dan mereka harus kembali ke kampus masing-masing.