Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying pada Rabu, 28 Januari 2025, pada pagi hari. Kegiatan ini bertempat di SD Sumberkradenan, Dusun Premban, Kecamatan Pakis.
Sosialisasi ini menyasar siswa kelas VI sebagai bentuk edukasi sejak dini mengenai perilaku bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong siswa agar memiliki sikap saling menghargai serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa, sehingga pesan yang diberikan dapat diterima dengan baik.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada pengertian bullying, berbagai bentuk bullying yang sering terjadi, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Mahasiswa KKM juga menekankan pentingnya sikap saling menghargai, saling menjaga, dan membangun pergaulan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Pada sesi perenungan, suasana kegiatan berlangsung lebih tenang dan reflektif. Beberapa siswa tampak tersentuh saat diajak memahami bahwa bullying dapat memengaruhi perasaan dan kepercayaan diri seseorang. Melalui sesi ini, siswa diajak untuk lebih peka terhadap kondisi teman-temannya serta membiasakan diri bersikap baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Selain penyampaian materi, mahasiswa KKM juga mengajak siswa membuat konten sederhana sebagai bagian dari kampanye anti-bullying. Kegiatan ini menjadi upaya kreatif untuk memperkuat pesan anti-bullying agar lebih mudah diingat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa setiap siswa memiliki peran dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 berharap siswa dapat memahami bahwa bullying bukanlah tindakan yang wajar maupun sekadar bercanda, melainkan perilaku yang dapat melukai perasaan dan berdampak serius bagi korban. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghargai, menjaga sikap, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua. Dengan adanya sosialisasi anti-bullying sejak dini, diharapkan SD Sumberkradenan dapat menjadi tempat belajar yang lebih positif, ramah, dan bebas dari perundungan. Secara keseluruhan, sosialisasi anti-bullying yang dilaksanakan di SD Sumberkradenan berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari siswa kelas VI. Melalui penyampaian materi, sesi perenungan, serta kegiatan pembuatan konten sederhana, siswa tidak hanya memahami pengertian bullying dan dampaknya, tetapi juga diajak untuk membangun sikap empati dan saling menghormati. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian antar sesama.