Putus Rantai Pernikahan Dini, Mahasiswa KKM UIN Malang Bakar Semangat Siswa SMPN 3 Pesanggaran
Dusun Sukamade, Banyuwangi – Di tengah rimbunnya belantara Taman Nasional Meru Betiri, upaya menyelamatkan masa depan generasi muda terus dilakukan. Senin siang, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi bahaya pernikahan dini dan motivasi pendidikan bagi siswa-siswi SMPN 3 Pesanggaran Satu Atap, Dusun Sukamade.
Menghadirkan narasumber Ryan Basith Fasih Khan, SE., MM, selaku Dosen Pendamping Lapangan, kegiatan ini menyoroti tingginya persentase perjodohan dan pernikahan usia anak di wilayah tersebut. Pendidikan jenjang tinggi ditekankan sebagai "senjata" utama untuk memutus rantai keterbatasan ekonomi dan geografis yang selama ini membelenggu warga Sukamade.
Melawan Tradisi dengan Mimpi
Diskusi berlangsung dinamis saat para siswa mulai terbuka mengenai realita sosial yang mereka hadapi. Di Sukamade, tantangan terbesar bukan sekadar jarak sekolah yang jauh, melainkan pola pikir lingkungan yang menganggap pernikahan sebagai jalan pintas setelah lulus sekolah tingkat pertama.
Kepala Dusun Sukamade, Bapak Fery, mengakui bahwa motivasi internal menjadi kendala utama.
"Potensi anak-anak kita besar, tapi seringkali mereka minder dan terjebak tradisi perjodohan yang kuat. Sosialisasi ini penting untuk membangun kembali kepercayaan diri mereka," ujarnya.
Mahasiswa KKM hadir memberikan perspektif baru bahwa anak pelosok pun berhak memiliki karier dan pendidikan tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMPN 3 Pesanggaran lebih berani mengejar cita-cita dan menunda pernikahan demi masa depan yang lebih mapan.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, menandai komitmen bersama antara mahasiswa, pihak dusun, dan sekolah untuk terus mengawal mimpi anak-anak di ujung Banyuwangi tersebut.