Selasa, 06 Januari 2026- Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 63 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa Sosialisasi Branding Desa di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Program ini bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan mengenai strategi branding desa melalui media sosial sebagai langkah adaptif menghadapi perkembangan era digital.
Di era transformasi digital saat ini, media sosial bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan juga menjadi media promosi yang efektif dan efisien. Desa Tumpakrejo memiliki berbagai potensi, mulai dari sumber daya alam, kegiatan masyarakat, budaya lokal, hingga potensi UMKM yang perlu dipublikasikan secara lebih luas. Namun, potensi tersebut memerlukan wadah resmi dan pengelolaan yang terarah agar mampu membangun citra positif desa.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM memberikan pemaparan mengenai pentingnya branding desa, teknik dasar pembuatan konten digital, pengelolaan akun media sosial desa, hingga strategi menjaga konsistensi unggahan agar mampu menjangkau masyarakat secara luas. Selain penyampaian materi, kegiatan juga disertai dengan praktik langsung pembuatan akun sosial media desa. Media sosial tersebut diharapkan menjadi:
- Sarana publikasi informasi kegiatan desa
- Media promosi potensi dan produk UMKM
- Wadah dokumentasi program pembangunan desa
- Alat komunikasi yang transparan antara pemerintah desa dan masyarakat
Dengan adanya media sosial resmi desa, informasi dapat tersampaikan secara lebih cepat, akurat, dan terjangkau lebih luas. Selain itu, keberadaan platform digital ini juga diharapkan mampu meningkatkan citra positif desa serta membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal.
Program Sosialisasi Branding Desa ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bahwa branding desa merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan kolaborasi, konsistensi, dan komitmen bersama. Melalui sinergi antara mahasiswa KKM dan masyarakat, Desa Tumpakrejo diharapkan mampu berkembang sebagai desa yang adaptif, informatif, dan berdaya saing di era digital.