Di era globalisasi yang semakin maju saat ini, masyarakat dituntut untuk menguasai teknologi agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Teknologi tidak hanya menjadi alat komunikasi dan hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku UMKM dapat melakukan pemasaran secara online, yang memungkinkan mereka menjangkau target pasar yang lebih luas tanpa batasan geografis. Pemasaran online melalui platform seperti media sosial, marketplace, dan situs web membantu UMKM memperkenalkan produk mereka kepada konsumen, baik di tingkat lokal maupun internasional, dengan cara yang lebih efisien dan hemat biaya.
Mahasiswa KKM Kelompok 10 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menggadakan kegiatan sosialisasi digitalisasi UMKM melalui media sosial dengan tema Sosialisasi Digitalisasi UMKM: Meraih Peluang di Era Digital dilaksanakan di Balai Desa Ngebruk dengan dihadiri oleh ibu-ibu PKK dan ibu kepala desa Ngebruk (15/0l/25). Acara ini berjalan dengan baik dan lancar serta mendapat antusiasme dari para pelaku UMKM. Acara ini juga diisi oleh mahasiswa KKN kelompok 10 sebagai pembicara digital marketing, yaitu Arif Rahman Adjulian dan Syaifah Putri Diah Ambari mahasiswa Manajamen Uin Maulana Malik Ibrahim Malang Angkatan 22.
Kegiatan sosialisasi ini memanfaatkan media sosial TikTok sebagai platform utama untuk mempromosikan produk unggulan yang dihasilkan oleh ibu-ibu PKK, yaitu produk sari jahe dan temulawak. Sosialisasi ini juga memberi pemahaman terhadap pelaku UMKM dari ibu-ibu PKK terkait pentingnya strategi pemasaran secara digital serta pemakaian platform Tik Tok sebagai media branding serta perluasan pemasaran produk secara online. Para peserta terlihat dari partisipasi aktif sekitar 25 ibu-ibu PKK yang hadir dalam kegiatan tersebut, menunjukkan tingginya minat dan penerimaan mereka terhadap program ini. Selama sosialisasi, ibu-ibu PKK tidak hanya mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, tetapi juga memberikan masukan berharga terkait logo dan desain kemasan produk. Salah satu masukan yang diberikan adalah, “Desain kemasan sudah sangat bagus dan menarik, tetapi kami menyarankan agar ukuran tulisan diperbesar dan warna yang digunakan lebih mencolok agar terlihat lebih menonjol.”
Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK tidak hanya belajar tentang pemanfaatan media sosial TikTok sebagai alat promosi, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pengembangan produk mereka. Semangat yang ditunjukkan membuktikan bahwa digitalisasi dalam pemasaran memiliki potensi besar untuk mendukung pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan daya tarik produk UMKM. Kegiatan ini juga dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai berbagai platform media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung bisnis dan promosi. Ibu-ibu PKK tidak hanya diajak mengenal fitur-fitur dari platform tersebut, tetapi juga dibekali wawasan tentang bagaimana mengembangkan strategi pemasaran digital yang efektif dan menciptakan konten yang kreatif serta relevan dengan target audiens, serta bagaimana memanfaatkan live dan juga tiktokshop. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam membantu pelaku usaha, khususnya UMKM, memanfaatkan potensi besar dunia digital untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.