4 months ago

SOSIALISASI PARENTING KEPADA IBU-IBU ANAK BUTA AKSARA DAN PUTUS SEKOLAH OLEH KKM 92 UIN MALANG

Header Image
SALWA ANAS

230203110054 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.92

 



 



Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 92 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melaksanakan salah satu program pengabdian masyarakat di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Program tersebut berupa kegiatan sosialisasi parenting yang ditujukan khusus kepada ibu-ibu yang memiliki anak dengan kondisi buta aksara dan putus sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKM dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keluarga dan kesadaran orang tua terhadap pentingnya peran pengasuhan dalam perkembangan anak.



 



Kegiatan sosialisasi parenting dilaksanakan di balai desa dengan suasana yang hangat dan penuh antusiasme dari para peserta. Ibu-ibu yang hadir berasal dari berbagai latar belakang sosial ekonomi, namun memiliki kesamaan tantangan dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Banyak di antara mereka menghadapi keterbatasan akses pendidikan serta kurangnya pemahaman mengenai metode pengasuhan yang mendukung perkembangan kognitif dan emosional anak.



 



Acara ini menghadirkan pemateri dari dosen psikologi UIN Malang yang memiliki kompetensi di bidang perkembangan anak dan keluarga. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya peran orang tua sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Orang tua tidak hanya berfungsi sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai pendidik yang membentuk karakter, kebiasaan belajar, serta kepercayaan diri anak sejak usia dini.



 



Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar mengenai perkembangan psikologis anak, dampak putus sekolah terhadap masa depan, serta strategi sederhana yang dapat diterapkan orang tua di rumah. Pemateri menekankan bahwa keterbatasan pendidikan orang tua bukanlah penghalang untuk tetap memberikan dukungan belajar kepada anak. Hal terpenting adalah membangun komunikasi yang baik, memberikan motivasi, dan menciptakan lingkungan rumah yang aman serta mendukung.



 



Selain itu, dibahas pula faktor-faktor yang menyebabkan anak putus sekolah, seperti kondisi ekonomi keluarga, kurangnya dukungan lingkungan, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan. Melalui diskusi interaktif, para ibu diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman mereka. Sesi ini menjadi ruang berbagi yang sangat bermakna, karena banyak peserta merasa didengar dan mendapatkan solusi praktis yang relevan dengan kondisi sehari-hari.



 



Mahasiswa KKM 92 berperan aktif sebagai fasilitator kegiatan. Mereka membantu mengoordinasikan peserta, mempersiapkan media pembelajaran sederhana, serta mendampingi ibu-ibu selama sesi diskusi. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara pemateri dan masyarakat, sehingga materi dapat diterima dengan bahasa yang mudah dipahami.



 



Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah penanaman kesadaran bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang jika mendapat dukungan yang tepat. Orang tua diajak untuk tidak menyerah pada kondisi, melainkan berusaha mencari alternatif pendidikan nonformal, seperti paket kejar paket, bimbingan belajar komunitas, atau kegiatan literasi desa. Langkah kecil yang konsisten dinilai mampu membawa perubahan besar bagi masa depan anak.



 



Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat desa. Para ibu mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara mendampingi anak, mengelola emosi saat menghadapi kesulitan, serta pentingnya memberi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga merasa lebih termotivasi untuk kembali memperhatikan pendidikan anak meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.



 



Kepala desa dan perangkat setempat turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM 92 UIN Malang. Program ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat dan menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan desa dalam mengatasi persoalan sosial. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan dan menjadi pemicu lahirnya program-program pemberdayaan lainnya.



 



Melalui sosialisasi parenting ini, mahasiswa KKM 92 tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pendidikan keluarga. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas sosial masyarakat, sekaligus memperkuat nilai pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.



 



Diharapkan, setelah kegiatan ini, para orang tua semakin percaya diri dalam menjalankan perannya sebagai pendidik di rumah. Dengan dukungan keluarga yang kuat, anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk keluar dari lingkaran buta aksara dan putus sekolah. Sosialisasi ini menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih sadar pendidikan, mandiri, dan berdaya.