Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga merupakan kewajiban orang tua dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak. Di era modern ini, tantangan dalam mendidik anak semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta dinamika kehidupan keluarga. Kemajuan teknologi yang menghadirkan berbagai kemudahan juga membawa dampak besar dalam pola asuh anak. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya pola asuh yang tepat menjadi kebutuhan mendesak bagi para orang tua agar mereka dapat membimbing anak-anak dengan baik di tengah perubahan zaman.Salah satu upaya untuk menjawab tantangan ini adalah dengan mengadakan sosialisasi parenting, yang bertujuan memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai cara mendidik dan membimbing anak secara efektif. Sosialisasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak, tetapi juga untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara orang tua, guru, dan anak dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Sosialisasi Parenting oleh KKM UIN Malang 157
Sebagai wujud kepedulian terhadap pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang 157 mengadakan kegiatan Sosialisasi Parenting pada Sabtu, 10 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di SDN 01 Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan menghadirkan narasumber dari Fakultas Psikologi UIN Malang, Rika Fiatirrosida, S.Psi, M.A.
Dalam sosialisasi ini, narasumber menyampaikan materi tentang pola asuh yang efektif bagi anak usia sekolah, dengan menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, pendekatan disiplin positif, serta cara menghadapi tantangan dalam mendidik anak di era digital. Rika Fiatirrosida menjelaskan bahwa anak-anak di usia sekolah dasar berada dalam fase perkembangan yang sangat penting, di mana mereka mulai membentuk kebiasaan belajar, mengembangkan keterampilan sosial, serta memahami nilai-nilai moral. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran besar dalam memberikan contoh yang baik dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara optimal.
Acara ini dihadiri oleh para wali murid yang sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi. Mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam mengasuh anak, terutama dalam menghadapi perubahan perilaku anak akibat paparan teknologi digital, seperti penggunaan gawai yang berlebihan dan dampaknya terhadap pola komunikasi dalam keluarga. Narasumber memberikan berbagai tips praktis kepada orang tua agar dapat mengontrol penggunaan teknologi dalam kehidupan anak tanpa harus membatasi kreativitas dan eksplorasi mereka.
Dampak dan Harapan dari Sosialisasi Parenting adalah tingginya minat wali murid dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa banyak orang tua ingin memahami lebih dalam mengenai cara mendidik anak dengan pendekatan yang tepat. Sosialisasi parenting semacam ini sangat penting, terutama di lingkungan sekolah dasar, di mana anak-anak sedang berada dalam fase perkembangan yang krusial. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan orang tua lebih siap menghadapi tantangan dalam mendidik anak, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun emosional.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang pola asuh yang efektif, orang tua dapat lebih percaya diri dalam mendidik anak-anak mereka, sehingga tercipta generasi yang lebih cerdas, mandiri, dan berkarakter kuat.
Ke depannya, diharapkan sosialisasi parenting seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin dengan cakupan yang lebih luas, sehingga semakin banyak orang tua yang mendapatkan wawasan baru dalam mengasuh anak. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya berasal dari sekolah, tetapi juga dari keluarga yang harmonis dan penuh perhatian terhadap perkembangan anak. Dengan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan, maka akan tercipta generasi penerus bangsa yang lebih siap menghadapi masa depan.