Beberapa waktu lalu, saya dan tim berkesempatan mengadakan pelatihan digital terkait UMKM di Desa Kemiri, khususnya untuk ibu-ibu di daerah Lemahbang. Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan penuh semangat dan antusiasme luar biasa dari para peserta. Saya ingin berbagi sedikit cerita tentang suasana hangat yang kami rasakan saat pelatihan ini dilaksanakan.
Antusiasme 6 Sejak Awal
Kami memulai pelatihan sekitar pukul 16.30 sore di musholla dekat pos. Meski lelaah setelah setor susu sapi, ibu-ibu datang dengan senyuman pebar dan semangat yang membara. Ada yang menggendong anak kecil, ada juga yang berdiskusi dengan ibu lain di sebelahnya. Suasananya benar-benar akrab, seperti keluarga besar yang berkumpul.
Saat kami memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan pelatihan, banyak ibu yang langsung bertanya, "Mbak, nanti kita bisa jualan online ya?" atau "Lalu bagaimana cara mempromosikannya ke orang luar desa?" Pertanyaan-pertanyaan itu membuat kami tersenyum. Ternyata, mereka sudah punya banyak ide untuk memanfaatkan teknologi!
Momen-Momen Seru Saat Praktik
Setelah sesi perkenalan, kami mulai masuk ke praktik langsung. Salah satu momen yang paling seru adalah ketika para ibu belajar membuat akun Shopee.
Sesi favorit lainnya adalah ketika kami mengajarkan cara membuat QRIS melalui aplikasi Dana.
Interaksi yang Menghangatkan Hati
Salah satu hal yang paling menyentuh hati adalah ketika kami membahas bagaimana mengawasi konten YouTube untuk anak-anak. Beberapa ibu tampak serius mencatat langkah-langkahnya, sementara yang lain bertanya tentang aplikasi apa saja yang aman untuk anak.
Di tengah-tengah pelatihan, kami juga sempat beristirahat sejenak sambil menikmati camilan yang disediakan oleh para teman-teman panitia. Ada gorengan, teh manis, dan kopi susu yang membuat suasana semakin hangat. Kami pun berbincang santai, saling berbagi cerita tentang usaha kecil-kecilan yang mereka jalani.
Pesan Haru di Akhir Pelatihan
Acara ditutup dengan sesi refleksi singkat. Banyak ibu yang mengungkapkan rasa syukur karena bisa belajar hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah mereka coba. Salah satu peserta berkata dengan mata berbinar, "Saya tidak nyaangka kalau ternyata teknologi itu mudah dipelajari. Nanti saya mau coba jualan online."
Bagi saya pribadi, pelatihan ini bukan sekedar berbagi ilmu, tapi juga menjadi momen berharga untuk belajar dari semangat dan kegigihan para ibu di Desa Kemiri. Mereka mungkin masih awam dengan teknologi, tapi tekad mereka untuk maju dan memberdayakan diri mereka sungguh luar biasa.
Semoga pelatihan ini bisa menjadi langkah awal bagi ibu-ibu di Lemahbang untuk lebih percaya diri dalam menghadapi era digital. Dan siapa yang tahu, beberapa tahun lagi, mereka bisa menjadi pelopor UMKM digital di desanya!
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Semoga bisa menginspirasi kita semua untuk terus berbagi ilmu dan saling mendukung dalam membangun kemandirian bersama. Sampai jumpa di cerita berikutnya!