MALANG – Pertemuan rutin Ibu-Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Perumahan Dirgantara Permai, Kamis (08/01/2026), terasa istimewa. Selain agenda biasa, forum itu digunakan untuk meluncurkan sosialisasi program inovatif "Sedekah Sampah" yang diinisiasi Mahasiswa KKM Kelompok 18 "ARKADIAKARSA" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Bertempat di Balai Warga, puluhan anggota PKK hadir seragam batik hijau tosca. Acara dibuka oleh pengurus inti PKK yang memandu jalannya pertemuan dengan teratur.
Inovasi lingkungan berbasis kemasjidan jadi fokus utama. Perwakilan mahasiswa KKM ARKADIAKARSA membawakan presentasi berjudul "Optimalisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah Rumah Tangga Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat", menjelaskan konsep pengelolaan limbah domestik yang sekaligus bernilai sosial.
Program "Sedekah Sampah" menawarkan pendekatan berbeda dari bank sampah konvensional. Sampah anorganik bernilai ekonomis—seperti botol plastik, kardus, dan besi—yang dikumpulkan warga akan didonasikan, dan hasil pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada manajemen Masjid Al Muhajirin Dirgantara untuk kepentingan umat.
Respon warga sangat positif. Saat mahasiswa memaparkan teknis pemilahan lewat proyektor, ibu-ibu PKK menyimak serius; beberapa mencatat poin penting sosialisasi.
"Program ini menarik karena menggabungkan kebersihan lingkungan dengan nilai ibadah. Jadi ibu-ibu tidak hanya membuang sampah, tapi juga bersedekah untuk masjid," kata salah satu mahasiswa KKM saat mempresentasikan.
Dengan kolaborasi PKK, Mahasiswa KKM, dan Takmir Masjid, diharapkan tercipta ekosistem pengolahan limbah yang mandiri di Perumahan Dirgantara sekaligus memperkuat kas masjid secara kreatif dan ramah lingkungan.