Landasan fundamental dalam pemberdayaan pariwisata adalah sumber daya manusia (SDM) yang tersedia. Dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan perlu adanya pengelola yang memiliki kapabilitas relevan. Oleh karena itu, perlu menyusun strategi dan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM yang tersedia, salah satunya dengan menyelenggarakan sosialisasi tentang pemberdayaan pariwisata berbasis potensi dan partisipasi masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah Desa Nglebeng, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Kelompok 190 menyelenggarkan seminar pariwisata sebagai upaya dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang potensi wisata yang dimiliki desa setempat dan meningkatkan pemahaman tentang pemberdayaan pariwisata untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang sudah berpengalaman di sektor pariwisata, yaitu Ibu Ririn Setyo Widihastutuik, S.Pd. Beliau menjabat sebagai Ketua Pengelola Desa Wisata Pandean, Sekretaris Pokdarwis Kabupaten Trenggalek, dan juga sebagai pendamping desa wisata. Lapisan masyarakat yang menjadi pelaku dalam pemberdayaan wisata ikut serta dalam acara tersebut, mulai dari anggota Pokdarwis, Kepala Dusun, hingga pelaku UMKM setempat.
Seminar pariwisata tersebut membahas tentang beberapa poin utama, yaitu konsep dan pilar pariwisata berkelanjutan, tata kelola destinasi dan peran masyarakat, serta etika, dampak, dan prinsip ekowisata. Seminar terselenggara dengan interaktif, para audiens antusias bertanya dan berdiskusi tentang materi yang telah disampaikan. Narasumber memberikan pemahaman sekaligus memberikan ide solusi inovatif atas permasalahan yang dihadapi Pokdarwis dalam mengelola tempat wisata setempat.
Dengan adanya kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM, seluruh lapisan masyarakat Desa Nglebeng diharapkan lebih menyadari terhadap potensi dari tempat wisata yang dimiliki serta memahami cara mengelola pariwisata agar memiliki daya tarik wisatawan yang tinggi dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya.