4 months ago

Tadabur Alam di Pantai Tanjung Penyu: Menyatu dengan Alam, Menguatkan Kebersamaan Anantadarma di Penghujung Masa Pengabdian

Header Image
ARMILLA FATIMATUZ ZAHRO

230204110117 • KKM Unggulan Halal Center • G.270

Memasuki penghujung masa pengabdian KKM, Kelompok KKM Anantadarma meluangkan waktu untuk sejenak berhenti dari rutinitas lapangan dan memberi ruang bagi diri sendiri. Pada Selasa, 27 Januari 2026, kami melaksanakan kegiatan tadabur alam di Pantai Tanjung Penyu sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pengabdian, refleksi diri, dan kebersamaan tim selama pelaksanaan KKM. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota kelompok yang berjumlah tiga belas orang.



Persiapan kegiatan dimulai sejak pukul 02.00 dini hari. Seluruh anggota kelompok berkumpul di posko untuk memasak dan menyiapkan bekal secara mandiri. Suasana kebersamaan dan antusiasme terasa begitu hangat. Sekitar pukul 03.00 kurang, rombongan Anantadarma berangkat bersama-sama menuju lokasi dengan menggunakan sepeda motor.



Perjalanan menuju Pantai Tanjung Penyu menjadi pengalaman tersendiri bagi kami. Di tengah perjalanan, kami sempat melewati jalanan sempit gelap, dan dikelilingi pepohonan serta semak-semak. Rasa takut sempat muncul, namun tidak menjadi penghalang. Justru dalam suasana tersebut, kami belajar untuk saling menjaga, saling menunggu, memastikan semua tetap bersama dan tidak ada satu pun yang tertinggal. Kebersamaan membuat perjalanan terasa lebih aman dan bermakna.



Sekitar pukul 05.00 WIB, kami tiba di Pantai Tanjung Penyu. Sesampainya di lokasi, kami menunaikan shalat Subuh bersama sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan perjalanan. Setelah itu, kami menuju bibir pantai untuk menikmati suasana pagi. Cahaya matahari yang perlahan muncul, suara deburan ombak, serta semilir angin laut menjadi pemandangan yang menenangkan.



Momen tersebut kami abadikan dengan berfoto bersama, sebagai kenangan kebersamaan Anantadarma. Usai berfoto, kami menikmati sarapan dari bekal yang telah disiapkan sebelumnya. Duduk melingkar bersama, bercengkrama, bercanda, dan berbagi cerita sambil menikmati angin sepoi-sepoi pantai membuat hati terasa penuh dan hangat. Pada saat itu, kami benar-benar merasakan arti kebersamaan yang sederhana namun bermakna.



Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bermain air laut bersama. Kami menceburkan diri, bermain air, saling bercanda, tertawa lepas tanpa beban, hingga kejar-kejaran dan lempar-lemparan pasir pantai. Gelak tawa menyatu dengan suara ombak, menciptakan suasana bahagia yang sulit dilupakan. Tadabur alam ini menjadi ruang bagi kami untuk sejenak melepaskan penat, menyatu dengan alam, dan mensyukuri kebersamaan yang Allah anugerahkan. Di momen ini pula, kami bukan lagi sekadar tim kerja, tetapi keluarga kecil yang sedang menikmati waktu bersama sebelum akhirnya harus kembali ke jalan masing-masing.



Tanpa terasa, waktu beranjak siang. Rasa lelah mulai menyapa, dan kami pun beristirahat di gazebo pantai. Beberapa dari kami sempat tertidur sejenak. Di bawah semilir angin pantai, rasa lelah terasa terbayar dengan ketenangan yang begitu nikmat. Setelah bangun, kami mandi, membersihkan diri, dan mulai berkemas untuk kembali ke posko.



Rombongan Anantadarma kemudian bertolak pulang dan tiba kembali di posko sekitar pukul 17.00 WIB. Meski tubuh terasa lelah, hati kami dipenuhi rasa syukur dan kebahagiaan. Kegiatan tadabur alam ini tidak hanya menjadi momen healing, tetapi juga sarana mempererat solidaritas, kekompakan, dan rasa saling memiliki antaranggota kelompok. Tak hanya itu, momen ini menjadi penutup yang manis di penghujung KKM; ruang untuk menguatkan diri, merawat kebersamaan, dan menyimpan kenangan sebelum masa pengabdian benar-benar usai.



Bagi kami, Anantadarma, tadabur alam ini menjadi pengingat bahwa di tengah padatnya program pengabdian, kami tetap perlu memberi ruang untuk merenung, mensyukuri ciptaan-Nya, dan menguatkan kebersamaan. Di penghujung akhir masa pengabdian ini, kami belajar bahwa kebersamaan, tawa, suka, duka dan proses yang kami jalani bersama adalah bagian paling berharga dari perjalanan KKM kami.