3 months ago

Tahlilan Rutin Bersama KKM Paramitayasa Kelompok 32, Pererat Silaturahmi dengan Warga

Header Image
DINA FITRIANA BAHRI

230601110022 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.32

Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Paramitayasa Kelompok 32 di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga pada upaya membangun kedekatan dan menjalin silaturahmi dengan warga. Salah satu kegiatan yang rutin diikuti adalah tahlilan bersama masyarakat setempat, baik untuk jamaah laki-laki maupun perempuan.Tahlilan jamaah laki-laki dilaksanakan setiap Kamis malam, dimulai setelah salat Isya hingga pukul 21.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di rumah warga yang telah dijadwalkan secara bergilir. Sementara itu, tahlilan jamaah perempuan dilaksanakan setiap Jumat sore, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, juga bertempat di rumah warga secara bergantian. Sistem bergilir ini menjadi bentuk pemerataan sekaligus mempererat hubungan antarwarga karena setiap keluarga memiliki kesempatan menjadi tuan rumah.



 



 



Dalam setiap pelaksanaannya, rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil, doa bersama, serta dzikir yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat. Suasana terasa hangat dan penuh kekhusyukan. Mahasiswa KKM Paramitayasa Kelompok 32 turut serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh antusias. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menjaga nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal.



 



 



Melalui kegiatan tahlilan rutin ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami kehidupan sosial dan religius masyarakat desa. Interaksi yang terjalin sebelum dan sesudah acara menjadi momen penting untuk saling mengenal lebih dekat. Tidak jarang, setelah kegiatan selesai, warga dan mahasiswa berbincang santai, bertukar cerita, serta mempererat rasa kekeluargaan.



Bagi masyarakat, partisipasi mahasiswa KKM dalam tahlilan rutin menjadi bentuk dukungan moral sekaligus wujud nyata pembauran dengan lingkungan sekitar. Tradisi tahlilan yang telah berlangsung secara turun-temurun ini pun tetap terjaga keberlangsungannya dengan semangat kebersamaan lintas generasi.



 



 



Kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus melalui program besar. Dengan ikut serta dalam tradisi keagamaan seperti tahlilan rutin, mahasiswa KKM Paramitayasa Kelompok 32 mampu menumbuhkan rasa empati, memperkuat silaturahmi, serta belajar langsung tentang nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat desa.