Suasana Masjid Roisiyah Kelurahan Jodipan, Kota Malang, tampak lebih hidup pada Minggu, 11 Januari 2026. Sejak pagi, ibu-ibu Muslimat mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan penyuluhan perawatan jenazah yang diselenggarakan oleh Kelompok KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendekatan keagamaan yang aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Penyuluhan ini dihadirkan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan pemahaman yang benar mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Dalam kehidupan bermasyarakat, peristiwa kematian merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan sering kali menuntut kesiapan lahir dan batin. Namun, tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai terkait proses perawatan jenazah, sehingga kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi warga, khususnya ibu-ibu Muslimat Kelurahan Jodipan.
Selama kegiatan berlangsung, Ustadzah Aniqatul Waridah menyampaikan materi secara bertahap dan mudah dipahami. Materi yang diberikan mencakup proses memandikan jenazah, mengkafani, hingga tata cara menyalatkan jenazah. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana dan disertai contoh-contoh yang sering dijumpai di lingkungan sekitar, sehingga peserta dapat lebih mudah membayangkan dan memahami praktik perawatan jenazah yang benar.
Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Ibu-ibu Muslimat tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari kondisi jenazah tertentu hingga kebiasaan yang berkembang di masyarakat. Diskusi yang terjalin membuat suasana penyuluhan menjadi lebih hidup dan penuh keakraban.
Antusiasme peserta terlihat hingga akhir kegiatan. Ibu-ibu Muslimat mengikuti penyuluhan dengan penuh perhatian dan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap materi yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap ilmu yang telah dibagikan tidak hanya berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat serta menjadi pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya ketika harus menghadapi peristiwa kematian dengan kesiapan ilmu, mental, dan keimanan.