WENING PRAJA – Suara tawa anak-anak memecah pagi di halaman SDN 1 Tamansari. Ratusan siswa berbaris rapi, memegang kupon hadiah, bersiap mengikuti jalan sehat bersama kakak-kakak mahasiswa. Pemandangan hangat itu menjadi penutup rangkaian pengabdian Kelompok KKM Wening Praja 166 yang selama beberapa pekan terakhir hadir memberi warna baru bagi masyarakat Desa Tamansari.
Kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan membangun hubungan emosional dengan warga. Setiap kegiatan dirancang dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan karakter, kesehatan, ekonomi digital, hingga pembinaan keagamaan.
Jalan sehat menjadi momen paling dinanti siswa. Mereka berjalan mengelilingi desa sambil bernyanyi dan bercanda. Bagi anak-anak, ini bukan hanya olahraga, tetapi pengalaman menyenangkan bersama kakak mahasiswa. Guru-guru menyebut kegiatan ini berhasil meningkatkan semangat kebersamaan sekaligus menanamkan pola hidup sehat.
Tak berhenti di sana, mahasiswa juga menghadirkan sosialisasi bullying dan kenakalan remaja. Dengan bahasa sederhana dan permainan interaktif, siswa diajak memahami dampak perundungan. Diskusi berlangsung hangat, bahkan beberapa siswa berani berbagi pengalaman pribadi. Edukasi ini diharapkan menjadi bekal agar lingkungan sekolah lebih aman dan nyaman.
Di sisi lain, mahasiswa turut menyentuh sektor ekonomi melalui pendampingan pembuatan QRIS pada toko kelontong. Pedagang yang sebelumnya hanya menerima uang tunai kini dapat melayani pembayaran digital. Langkah kecil ini membuka pintu modernisasi usaha mikro desa. Sore hari, pengabdian berlanjut di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur. Mahasiswa membantu mengajar mengaji, hafalan doa, serta membimbing akhlak santri. Anak-anak terlihat akrab dan senang belajar bersama “kakak KKM”.
Tak hanya fokus pada program kerja utama, mahasiswa Wening Praja 166 juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat. Mereka ikut kerja bakti bersama warga di Dusun Tanah Los dan Sumberwatu, membersihkan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan. Kehadiran mahasiswa di tengah warga menjadikan suasana gotong royong terasa lebih hidup.
Mahasiswa juga turut membantu proses penyerahan bantuan sapi perah dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur kepada kelompok ternak di Dusun Ampelgading. Mereka membantu koordinasi dan dokumentasi kegiatan, sekaligus belajar langsung tentang pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan.
Dalam kegiatan sosial desa, mahasiswa ikut membantu penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga Tamansari agar proses berjalan tertib dan lancar. Selain itu, mereka juga berbaur dalam kegiatan keagamaan warga seperti tahlil serta rutinan santunan bagi janda dan anak yatim, menunjukkan bahwa pengabdian bukan hanya soal program, tetapi juga kehadiran dan kepedulian.
Ketua kelompok menegaskan bahwa tujuan utama KKM adalah meninggalkan dampak nyata. “Kami ingin kehadiran kami dirasakan manfaatnya, sekecil apa pun itu,” ujarnya. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif. Wening Praja 166 tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai sahabat desa yang tumbuh bersama masyarakat.
editor : Najma Fadiyah