1 week ago

Takjil On The Road: Upaya Mahasiswa KKM Menanamkan Nilai Kepedulian Sosial

Header Image
FARADILLA NURUNNI`MAH

230101110155 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.533

Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen istimewa yang penuh dengan keberkahan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Salah satu tradisi yang sering dilakukan masyarakat Indonesia adalah berbagi takjil kepada sesama menjelang waktu berbuka puasa. Hal tersebut juga dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan berbagi takjil ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi di bulan yang penuh berkah. Sejak sore hari, mahasiswa telah mempersiapkan berbagai makanan dan minuman sederhana untuk dibagikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, para mahasiswa membagikan takjil kepada pengendara, pejalan kaki, hingga warga sekitar yang sedang menjalankan ibadah puasa.



Meski terlihat sederhana, kegiatan ini menghadirkan suasana hangat yang penuh makna. Senyum dari masyarakat yang menerima takjil menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mahasiswa dan warga yang terlibat. Tidak hanya sekadar berbagi makanan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, menumbuhkan rasa empati, serta mengajarkan pentingnya saling peduli terhadap sesama. Kegiatan berbagi takjil juga menunjukkan bahwa kebahagiaan di bulan Ramadan dapat diwujudkan melalui hal-hal kecil yang bermanfaat bagi orang lain. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini membuktikan bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh dengan baik di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. 



Selain itu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM dalam belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memahami pentingnya pengabdian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap semangat berbagi dan kebersamaan dapat terus tumbuh di lingkungan masyarakat, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, pada hakikatnya, berbagi bukan tentang seberapa banyak yang diberikan, melainkan tentang keikhlasan dan kepedulian untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.