Selama menjalani Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), saya memperoleh banyak pengalaman berharga, khususnya saat melakukan monitoring kesehatan serta edukasi gaya hidup sehat kepada calon jamaah haji yang memiliki riwayat stroke dan hipertensi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus sarana pembelajaran langsung mengenai penerapan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Pendampingan dilakukan secara berkala dengan tujuan membantu calon jamaah haji menjaga kondisi fisik agar tetap optimal menjelang pelaksanaan ibadah.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah kondisi fisik calon jamaah haji yang kami dampingi. Meskipun memiliki riwayat stroke dan hipertensi, beliau justru menunjukkan tingkat kebugaran yang cukup baik. Hal ini terlihat saat kegiatan jalan sehat bersama, di mana beliau mampu mengikuti aktivitas dengan lancar tanpa mengalami sesak napas atau kelelahan yang berarti. Menariknya, kami para mahasiswa pendamping justru mulai merasakan kelelahan terlebih dahulu. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa kondisi kesehatan seseorang tidak selalu dapat dinilai hanya dari riwayat penyakit yang dimiliki, tetapi juga dari kebiasaan hidup sehari-hari.
Pada kunjungan terakhir, beliau juga menceritakan rutinitas hariannya yang tetap aktif. Setiap hari, beliau berusaha untuk selalu bergerak dan menghindari terlalu banyak berdiam diri. Saya sangat mengapresiasi upaya Ibu Hanina dalam menjaga kebugaran tubuhnya karena hal tersebut merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya serangan stroke berulang. Salah satu aktivitas rutin yang belakangan ini dilakukan beliau adalah mengecat ruangan rumah secara mandiri, bahkan dengan target menyelesaikan satu sisi dinding dalam satu hari. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten ini mencerminkan semangat untuk tetap mandiri serta menjaga kebugaran tubuh pascastroke.
Selain melakukan pemantauan kesehatan, kami juga memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan gaya hidup sehat. Edukasi tersebut meliputi anjuran untuk tetap aktif bergerak sesuai kemampuan, menjaga pola makan seimbang terutama bagi penderita hipertensi, serta pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan yang dianjurkan oleh dokter. Melalui pengalaman ini, saya menyadari bahwa aktivitas fisik yang rutin dan kesadaran menjaga kesehatan memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup. Pendampingan dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan menjadi kunci penting dalam mendukung kesiapan fisik calon jamaah haji.