MALANG – Mahasiswa KKM 09 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah merampungkan program pendampingan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) An-Nur. Program yang berlangsung selama tiga pekan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata mahasiswa dalam memperkuat pendidikan agama bagi anak-anak di daerah setempat.
Sebelum terjun langsung mengajar, tim KKM terlebih dahulu mengikuti sesi sosialisasi dan pembekalan khusus yang dipimpin langsung oleh Ketua TPQ An-Nur. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa memahami standarisasi metode UMMI yang diterapkan di lembaga tersebut.
"Kami sangat senang dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKM di sini. Kita di sini sifatnya sama-sama belajar. Untuk awal pengajaran, silakan adik-adik memperhatikan terlebih dahulu bagaimana para pengajar di sini menyampaikan materi, baru kemudian mempraktikkannya langsung kepada para santri," ujar Ibu Ida memberikan arahan.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa juga dibekali dengan buku panduan pengajaran sebagai rujukan utama guna memastikan materi yang disampaikan selaras dengan kurikulum yang ada dan menjaga kualitas pengajaran tetap terjaga.
Untuk menjaga kondusifitas suasana belajar, tim KKM menerapkan strategi pembagian personel menjadi dua gelombang. Mahasiswa dibagi untuk bertugas pada hari Selasa dan Rabu. Langkah ini diambil agar jumlah pendamping tidak terlalu banyak dalam satu waktu (tidak menumpuk), sehingga para santri dapat lebih fokus dan tidak merasa terdistraksi oleh kehadiran terlalu banyak orang asing di dalam kelas.
Kegiatan pendampingan dimulai pada sore hari, pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM menggunakan sistem pembagian kelas acak untuk mendampingi berbagai jenjang kelas yang ada di TPQ An-Nur, meliputi kelas Pra-TK, Jilid 1-6, kelas Ghorib, hingga kelas Al-Qur'an. Setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mendampingi kelas yang berbeda-beda setiap harinya. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengikuti alur Metode UMMI yang terstruktur, meliputi beberapa tahapan mulai dari pembukaan yang hangat, dilanjutkan dengan hafalan surat-surat pendek, kemudian klasikal untuk pemahaman bersama, hingga sesi evaluasi dan penutup.
Fokus utama mahasiswa KKM dalam setiap tahapan tersebut adalah membantu menyimak bacaan santri dengan memberikan perhatian khusus pada ketepatan makhorijul huruf agar santri mampu melafalkan setiap huruf hijaiyah dengan benar. Selain itu, mahasiswa juga teliti dalam mengoreksi kerapian tajwid, terutama terkait hukum bacaan dan panjang pendeknya nada (mad), serta membantu meningkatkan kelancaran atau fashohah agar santri lebih percaya diri dalam menyambung ayat demi ayat.
Kehadiran mahasiswa dengan sistem bergantian dan metode yang teratur ini memberikan warna baru di TPQ An-Nur. Dengan jumlah pendamping yang proporsional dan alur pengajaran yang jelas, interaksi antara mahasiswa dan santri menjadi lebih berkualitas. Melalui kegiatan yang telah berjalan selama tiga pekan ini, diharapkan kualitas bacaan para santri TPQ An-Nur semakin meningkat dan kedekatan antara mahasiswa UIN Malang dengan masyarakat setempat semakin erat melalui syiar Al-Qur'an.