3 months ago

Tingkatkan Kualitas Pola Asuh, Taman Posyandu Tunas Ceria Toyomarto Gelar "Opening" Pasca Liburan

Header Image
LEYSHANDA DIASH WICAKSONO

230501110231 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.90

SINGOSARI, MALANG -- Mengawali tahun 2026 dengan semangat baru, Taman Posyandu Tunas Ceria Desa Toyomarto menggelar rangkaian kegiatan bertajuk "Opening Taman Posyandu" pada 5-6 Januari 2026. Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah edukasi komprehensif bagi para orang tua dalam mendidik anak dan mengelola kesejahteraan keluarga.



Ketua Tim Penggerak PKK Dahlia 1 Toyomarto sekaligus Pembina Taman Posyandu Tunas Ceria, Ibu Ani Aziza, menjelaskan bahwa kegiatan "Opening" ini rutin dilakukan setiap enam bulan sekali sebagai momen transisi anak-anak kembali beraktivitas setelah masa liburan.



Fokus pada Pola Asuh Positif



Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah sesi parenting mengenai Pola Asuh Positif. Ibu Ani, yang telah mendapatkan pelatihan dari Save the Children (Yayasan Sayangi Tunas Cilik), turun langsung memberikan orientasi kepada para wali murid.



"Tujuan utamanya adalah memberikan wawasan kepada wali murid tentang pola asuh positif. Saya ingin orang tua di sini berani memberikan pengasuhan yang lebih baik untuk tumbuh kembang anak," ujar Ibu Ani saat diwawancarai oleh mahasiswa KKM UIN Malang.



Kolaborasi Edukasi: Dari Kesehatan hingga Literasi Keuangan



Rangkaian acara selama dua hari tersebut dirancang sangat padat dan bermanfaat. Tidak hanya soal pola asuh, para orang tua dan anak-anak juga diajak untuk:



Edukasi Kesehatan: Sosialisasi mengenai bakteri baik (Yakult) dan gerakan makan sehat bersama.



Literasi Keuangan: Sosialisasi dari pihak Pegadaian mengenai investasi masa depan melalui saham dan emas.



Perjalanan Sejak 2014



Taman Posyandu Tunas Ceria sendiri merupakan inisiatif yang berdiri sejak tahun 2014 atas kerja sama PKKPM dan PKK Desa Toyomarto. Meski saat ini masih dikelola secara swadaya di tingkat desa dan belum bertransformasi menjadi lembaga formal karena keterbatasan SDM digital, kualitas pembelajarannya tetap terjaga.



"Secara dasar-dasar kepautan, teman-teman pengajar di sini insyaallah sudah berpengalaman dan pernah mengikuti pelatihan," tambah Ibu Ani.



Dampak Nyata bagi Masyarakat



Keberhasilan program ini terlihat dari antusiasme warga yang tinggi. Tercatat lebih dari 60 orang tua hadir dalam kegiatan tersebut. Dampaknya pun mulai dirasakan secara nyata, para orang tua mulai menerapkan pola asuh yang lebih positif, dan anak-anak menunjukkan perkembangan yang signifikan sebelum mereka memasuki jenjang sekolah formal (TK).



Kegiatan yang didampingi oleh mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 90 "Jagadhita Amarta" ini diharapkan dapat terus menjadi motor penggerak pendidikan anak usia dini dan pemberdayaan perempuan di Desa Toyomarto.