Kota Malang, M1NEWS — Mahasiswa asistensi mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar pendidikan bertema Transformasi Pembelajaran Masa Depan: Integrasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta pada Senin (28/4/2026) di MIN 1 Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh para guru sebagai peserta utama.
Sebanyak 11 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Guru (PG) tengah menjalankan program asistensi mengajar di MIN 1 Kota Malang sejak Januari 2026. Memasuki masa akhir pengabdian yang tinggal kurang dari 20 hari, para mahasiswa terus menguatkan kontribusinya melalui kegiatan akademik yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
Seminar ini menghadirkan Like Raskova Octaberlina, yang sebelumnya juga pernah memberikan materi di MIN 1 Kota Malang. Dikenal sebagai pakar pengembangan guru, ia konsisten menyuarakan pentingnya pembelajaran kontekstual, reflektif, dan penuh makna.
Dalam paparannya, Prof. Like menegaskan bahwa integrasi deep learning dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi pendekatan strategis dalam membangun pengalaman belajar yang lebih bermakna.
“Menjadi guru adalah panggilan Allah, dan tidak semua orang terpanggil,” ungkapnya, menegaskan makna profesi guru sebagai jalan pengabdian yang dilandasi ketulusan dan nilai spiritual.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi dan refleksi praktik pembelajaran. Para guru diajak untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang mendalam, sekaligus membangun relasi yang hangat dan humanis dengan siswa melalui pendekatan berbasis cinta.
Seminar ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa asistensi mengajar UIN Maliki dalam mendukung pengembangan profesional guru di MIN 1 Kota Malang. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah dalam menjawab tantangan pendidikan masa depan yang semakin dinamis.