PAKIS, MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menginisiasi perubahan di Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis. Lewat ide strategis dengan Dinas Perikanan Kabupaten Malang dan Karang Taruna setempat, mereka mensterilkan kawasan sungai yang sebelumnya kumuh dan tidak terawat menjadi sentra budidaya ikan yang bernilai ekonomi tinggi.
Program yang bertajuk "Revitalisasi Sungai Berbasis Pemberdayaan Masyarakat" ini bermula dari keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi aliran sungai di sepanjang desa Pakis Kembar yang dipenuhi sampah dan pendangkalan. Melihat potensi air yang bagus dan strategis untuk budidaya, para mahasiswa bergerak menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan pemuda desa.
Foto Kegiatan Peresmian Program Kerja Mahasiswa KKM 79 UIN Malang
PAKIS, MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menginisiasi perubahan di Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis. Lewat ide strategis dengan Dinas Perikanan Kabupaten Malang dan Karang Taruna setempat, mereka mensterilkan kawasan sungai yang sebelumnya kumuh dan tidak terawat menjadi sentra budidaya ikan yang bernilai ekonomi tinggi.
Program yang bertajuk "Revitalisasi Sungai Berbasis Pemberdayaan Masyarakat" ini bermula dari keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi aliran sungai di sepanjang desa Pakis Kembar yang dipenuhi sampah dan pendangkalan. Melihat potensi air yang bagus dan strategis untuk budidaya, para mahasiswa bergerak menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan pemuda desa.
Transformasi Lingkungan Menjadi Peluang
Kegiatan ini diawali dengan aksi bersih sungai secara massal yang melibatkan warga. Setelah kondisi air dinyatakan layak, Dinas Perikanan Kabupaten Malang memberikan dukungan penuh berupa edukasi tata kelola perikanan darat serta bantuan bibit ikan
Ibu Ike, yang datang sebagai perwakilan dari Dinas Perikanan Kabupaten Malang memuji, "Apresiasi untuk kelompok KKM 79 atas inisiasi pemulihan ekosistem ini. Dalam budidaya, air adalah segalanya. Dengan kembalinya kejernihan sungai ini, kita tidak hanya menanam ikan, tetapi sedang membangun standar baru perikanan darat yang sehat dan berkualitas."
"Kami melihat ada potensi besar yang terabaikan. Dengan mengubah fungsi sungai dari tempat pembuangan menjadi kolam budidaya, warga secara otomatis akan menjaga kebersihan sungai karena ada aset ekonomi di dalamnya," ujar [Fikri], koordinator mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 79.
Kolaborasi Lintas Sektor
Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif Karang Taruna Desa Pakis Kembar yang nantinya akan bertindak sebagai pengelola harian. Sinergi ini mencakup beberapa aspek penting:
* Dinas Perikanan: Memberikan bantuan teknis, bibit unggul, dan pemantauan kualitas air.
* KKM UIN Malang: Menjadi penggerak (fasilitator), edukator manajemen bisnis, dan branding produk.
* Karang Taruna: Menjadi garda terdepan dalam perawatan harian dan pengawasan lingkungan sungai.
Kepala Desa Pakis Kembar menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKM telah membawa semangat baru bagi pemuda desa untuk berinovasi. "Dulu sungai ini kumuh, sekarang menjadi lebih bersih dan menghasilkan manfaat. Ini bukan sekadar membersihkan sungai dari sampah, akan tetapi memanfaat aset desa yang salah satunya yaitu sungai dan juga membangun kemandirian ekonomi desa secara bertahap." ungkapnya.
Harapannya, lokasi ini tidak hanya akan menjadi tempat budidaya ikan, tetapi juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata edukasi pemancingan dan kuliner berbasis ikan. Hal ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Melalui program ini, KKM UIN Malang hendak membuktikan bahwa pengabdian masyarakat yang terukur dan kolaboratif dapat menghasilkan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan sekaligus memberikan dampak kesejahteraan yang berkelanjutan.