3 months ago

UIN Malang berhasil Menguatkan Peran Grandparental Caregiving dalam Seminar Stunting melalui salah satu Program Kerja KKM 83

Header Image
GHEALUNA CAHYAKAMILA RAMADHAN

230606110153 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.83

Pada Rabu, 7 Januari 2026, Balai Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, menjadi tempat terselenggaranya kegiatan Seminar Stunting yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan mengusung tema “Pencegahan stunting pada anak dalam pengasuhan kakek dan nenek”. Seminar tersebut menyasar anggota pensiunan PWRi yang sehari-hari berperan sebagai pengasuh cucu di lingkungan keluarga. Pemilihan sasaran ini didasarkan pada kondisi sosial masyarakat desa, di mana banyak orang tua bekerja di luar rumah sehingga tanggung jawab pengasuhan anak seringkali dilimpahkan kepada kakek dan nenek (grandparental caregiving).



Kegiatan seminar menghadirkan Niemas Alief Rahmah, S.Tr.Kep sebagai pemateri dan Deby Alfa Alfi sebagai moderator. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh peserta. Berbeda dari konsep seminar satu arah, kegiatan ini dirancang secara interaktif melalui diskusi dua arah sehingga peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi selama mengasuh cucu. Suasana diskusi berlangsung hangat dan akrab, mencerminkan antusiasme peserta untuk belajar dan memahami isu stunting secara lebih mendalam.



Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan mengenai pengertian stunting, penyebab terjadinya, serta dampaknya terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak. Peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, kebersihan lingkungan, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan stunting. Selain itu, ditekankan pula bahwa peran kakek dan nenek sangat penting dalam menentukan kualitas pengasuhan anak, mulai dari memilih makanan, mengatur waktu makan, hingga memastikan anak mendapatkan perhatian dan perawatan yang baik. Dengan pengetahuan yang tepat, para lansia diharapkan dapat menjadi pengasuh yang lebih sadar gizi dan kesehatan.



Selama kegiatan berlangsung, tim KKM juga melakukan observasi terhadap keterlibatan peserta. Banyak kakek dan nenek yang aktif bertanya mengenai jenis makanan yang baik untuk balita, cara meningkatkan nafsu makan anak, serta tips menjaga kesehatan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa metode diskusi dua arah mampu mendorong partisipasi aktif sekaligus membantu peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan karena berkaitan langsung dengan pengalaman sehari-hari mereka.



Secara keseluruhan, seminar stunting ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peserta. Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama, termasuk peran penting kakek dan nenek sebagai pengasuh utama (grandparental caregiving) anak di rumah. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat menerapkan praktik pengasuhan yang lebih sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.