Menjelang keberangkatan ibadah haji, kondisi fisik dan kesehatan menjadi aspek krusial yang harus dipersiapkan oleh calon jamaah. Menyikapi hal tersebut, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) HIPE 28 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan program pendampingan kesehatan bagi Calon Jamaah Haji (CJH) di Kecamatan Batu, Kota Batu. Program ini bertujuan untuk membantu CJH mempersiapkan kondisi fisik secara optimal, meningkatkan wawasan kesehatan, serta menumbuhkan kemandirian dan kepatuhan dalam menjaga kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah haji.
Pendampingan dilakukan melalui empat kali kunjungan kepada dua orang CJH, yakni Bapak Mohammad Husni (62 tahun) dan Ibu Yus Sofi Anggraini (44 tahun). Kegiatan pendampingan kepada Bapak Mohammad Husni dilaksanakan pada tanggal 6, 11, 18, dan 20 Januari 2026, sementara pendampingan kepada Ibu Yus Sofi Anggraini dilakukan pada tanggal 2, 11, 18, dan 20 Januari 2026. Setiap kunjungan tidak hanya difokuskan pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Program ini menerapkan pendekatan terpadu yang mencakup latihan kebugaran, pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi kesehatan, kegiatan memasak bersama, serta pengembangan media monitoring kesehatan. Aktivitas fisik disesuaikan dengan kondisi dan minat masing-masing CJH, yaitu jogging bersama bagi Bapak Mohammad Husni dan senam pagi bagi Ibu Yus Sofi Anggraini. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh sebagai bekal menghadapi rangkaian ibadah haji yang membutuhkan mobilitas tinggi, seperti thawaf, sa’i, serta perjalanan antar lokasi. Selain itu, aktivitas fisik berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung, melatih sistem pernapasan, serta membantu mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol.
Pemeriksaan kesehatan berkala menjadi komponen penting dalam pendampingan, meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa tekanan darah, gula darah, dan asam urat kedua CJH berada dalam batas normal. Namun demikian, pada Ibu Yus Sofi Anggraini ditemukan kadar kolesterol yang relatif tinggi. Menanggapi hal tersebut, tim KKM memberikan edukasi serta merekomendasikan pemeriksaan lanjutan ke tenaga medis. Hingga kunjungan keempat, kadar kolesterol belum menunjukkan penurunan yang signifikan karena belum dilakukan terapi farmakologis, sehingga edukasi mengenai pengaturan pola makan sehat terus ditekankan.
Edukasi kesehatan menjadi penguat utama dalam program pendampingan ini. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan penyakit kronis, pentingnya aktivitas fisik, pengaturan pola makan sehat, serta pemahaman mengenai nilai normal tekanan darah dan kolesterol. Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan pola makan sehat, KKM HIPE 28 juga melaksanakan kegiatan memasak bersama CJH. Penyampaian edukasi dilakukan melalui media poster serta video edukasi kesehatan dan haji, sehingga materi dapat diterima dengan lebih menarik, mudah dipahami, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk inovasi, KKM HIPE 28 mengembangkan booklet journaling kesehatan terintegrasi bagi calon jamaah haji. Booklet ini memuat informasi kesehatan yang relevan, meliputi pengertian, kategori, tanda dan gejala, faktor penyebab, dampak, serta upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan. Selain itu, booklet dilengkapi dengan jurnal kesehatan harian yang mencakup jadwal kesehatan, pengingat konsumsi obat, pengingat minum air putih, serta pencatatan aktivitas fisik dan mobilitas. Terdapat pula ruang refleksi berupa dialog dengan diri sendiri, catatan komitmen, motivasi dan doa, dokumentasi memori, serta kesan dan pesan. Kehadiran booklet ini diharapkan dapat mendorong CJH untuk lebih aktif memantau kondisi kesehatannya secara mandiri, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat, serta mendukung kesiapan fisik selama menjalankan ibadah haji.
Program pendampingan ini memperoleh tanggapan positif dari para CJH. Bapak Mohammad Husni menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan memberikan tambahan pengetahuan mengenai kesehatan, khususnya terkait pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat dan menjaga kondisi tubuh. Sementara itu, Ibu Yus Sofi Anggraini merasakan peningkatan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama dalam pengelolaan kadar kolesterol. Beliau juga memberikan masukan agar jadwal kunjungan dapat disusun lebih terstruktur serta pendampingan terhadap pasangan suami istri dapat dilakukan dalam satu waktu dan oleh satu kelompok yang sama.
Secara keseluruhan, program pendampingan kesehatan yang dilaksanakan oleh KKM HIPE 28 menunjukkan dampak yang nyata, ditandai dengan kondisi tekanan darah yang tetap terkontrol, peningkatan pengetahuan kesehatan, serta perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat, seperti pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Melalui kegiatan ini, KKM HIPE 28 FKIK UIN Malang berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan calon jamaah haji yang sehat, mandiri, dan siap menjalankan ibadah dengan aman, lancar, serta khusyuk, sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan optimal baik secara fisik maupun spiritual.